Tamsil Senja

 

DSCN3139.JPG

Dalam setiap jejak kehidupan, manusia selalu memiliki tujuan. Bersyukur jika telah menemukan dengan mantap apa tujuan itu, tetapi tetaplah berusaha memperbaiki diri jika hidup masih saja terasa sunyi tanpa arti. Sesungguhnya arti diri amatlah dekat dengan nadi.

Dalam setiap jejak kehidupan, manusia selalu memiliki pengorbanan. Pengorbanan dapat berupa apa saja, entah itu waktu, perasaan, materi, apapun. Hal yang jelas terjadi adalah manusia selalu berhitung tentang pengorbanan itu sehingga waktunya habis untuk berhitung. Apakah semestinya begitu? Ataukah semestinya sebaliknya? Sebaiknya lepaskan. Tanpa perhitungan. Hiduplah tanpa beban hitung-hitungan amalan. Apalagi kebaikan. Kalkulator kita tidak akan pernah cukup canggih menghimpun semua persil kehidupan.

Dalam setiap jejak kehidupan, selalu ada yang berlalu dan tenggelam seperti senja. Manusia bisa menyesali atau malah mensyukuri. Waktu. Berdamai dengan waktu atau berlomba dengannya. Selalu ada tamsil dari senja.

Dalam setiap jejak kehidupan, senja mengajarkan kita untuk selalu menjadi pribadi terbaik sepanjang hari. Sehingga kita bisa menikmati senja dengan penuh kedamaian dalam pujian-pujian doa yang merayap tiap detik pergantiannya. Dari terang ke gelap. Lalu merayap lagi kembali terang keesokan harinya.

Selalu ada saja tamsil yang senja ajarkan pada kita, manusia. Kita, sudah belajar apa hari ini? untuk senja nanti?

Emmy Y.R

14 September 2016