FUNDRAISING:: Support-Click-Donate (Riset Tata Ruang International Conference CITIES )

Riset Tata Ruang International Conference CITIES

Apakah itu CITIES 2015?

CITIES 2015 adalah forum peneliti maupun praktisi internasional yang fokus pada tata ruang sejak 2005. Forum ini telah bekerjasama dengan berbagai pihak dan akan diselenggarakan di ITS (Surabaya) pada 3-4 November 2015. Hasil karya- karya riset akan dipublikasi melalui jurnal internasional yang diindeks oleh Google Scholar, Science Direct, dll di Elsevier (Open Access). Penelitian tim adalah pemodelan tata ruang berkelanjutan di kota Malang dan Jogja dengan perbandingan terhadap kota- kota lain di Jepang dan Taiwan. Kredibilitas inilah yang akan turut membangun citra positif riset tata ruang Indonesia secara internasional. Pembicara utama dalam konferensi internasional ini antara lain:

1. Dr.(h.c.) Tri Rismaharini, Mayor of Surabaya City, Indonesia

Expertise in Urban and Policy Management (Surabaya Smart City)

2. Associate Prof. Sarah Bekessy, RMIT University

Leader – CEED (Center of Excellence for Environmental Decisions)

Expertise in Environmental Modeling

3. Andreas Sevtsuk Ph.D., Singapore University of Technology Design

Leader – CityFormLab, MIT-SUTD

Expertise in Urban and Spatial Analytic

4. Prof. Budisantoso Wirjodirdjo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Computing and Dynamic Laboratory, Faculty Industry – ITS

Expertise in Dynamic Models

Proyek keikutsertaan ini menjadi bagian penting promosi riset pemuda Indonesia sehingga ke depan diharapkan akan membangkitkan minat riset kita ke level lebih tinggi lagi. Forum ini akan menjadi media berlatih dan bukti bahwa pendanaan bukanlah hambatan bagi pengembangan riset karena masyarakat turut serta dalam menyukseskannya.

Hallo. Inilah tim riset tata ruang yang akan mengikuti forum peneliti Internasional Conference CITIES 2015: Intelligence Planning Towards Smart City . Tahun ini kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh November dari tanggal 3-4 November, 2015.

Siapakah kami?

Tim ini terdiri atas periset-periset muda yang akan mewakili keberangkatan tim yaitu Emmy Yuniarti Rusadi dan Pebri Nurhayati.

1. Emmy Yuniarti Rusadi

Mahasiswi Pejalan Kaki

Atas: Emmy berjilbab dalam forum riset internasional tahun 2012; Bawah: Emmy bersama rekan periset di Taiwan tahun 2013

Seorang mahasiswa yang setia menggunakan transportasi umum sejak usia sekolah hingga kuliah. Menjadi penglaju dan harus berjuang menngahadapi hari- hari pengamatan transportasi umum, teknologi, dan lingkungan. Emmy adalah mahasiswa akhir program master perencanaan kota dan daerah Universitas Gadjah Mada, sementara Pebri atau Ebi adalah periset dari Fakultas Geografi Universitas Negeri Yogyakarta. Keduanya merupakan aktifis lingkungan dan konsen pada riset tata ruang. Emmy pernah mengikuti APSA tahun 2013 dan memiliki pengalaman bagaimana tantangan mengumpulkan sumber dana dalam keberangkatannya ke Taiwan bersama tim. Tidak jarang uang pribadi dikelluarkan. Beberapa hasil risetnya juga sudah dipublikasikan dalam prosiding, jurnal, serta paparan ilmiah.

2. Pebri Nurhayati

Mahasiswi Pejuang Mimpi

Atas: Ebi saat di Jepang; Bawah: Ebi saat di Istanbul, Turki

Ebi asli Lampung dan berani mendobrak mimpi menjadi kenyataan. Ebi berani mengambil resiko ketidakpastian tantangan riset dan berhasil menyelesaikan studinya dengan gemilang. Ebi adalah MAPRES atau Mahasiswa Berprestasi di kampusnya UNY. Ebi sudah pernah menjelajah ke benua lain nyaris tanpa biaya pribadi. Ebi juga aktif pada komunitas lingkungan hidup internasional dan telah mendedikasikan diri pada dunia riset dan komunitas. Ebi pernah mengikuti forum internasional seperti The 8th ICAST (International Conference on Adnace Science and Technology) di Kumamto University, menjelajah Inggris dalam pertukaran pelajar, serta mengunjungi Istanbul, Turki.

Dari berbagai pengalaman yang kami rasakan, terdapat hal yang terasa kurang yaitu kurangnya rasa memiliki atau atensi publik terhadap kegunaan riset yang dipublikasikan tersebut sehingga tertarik untuk mengajak publik berpartisipasi langsung dalam pendanaan efektif riset anak muda sepertinya. Jarang kegiatan riset didukung oleh crowdfunding. Keikutsertaan ini menjadi jembatan komunikasi dan saling apresiasi yang diharapkan mampu mewujudkan Indonesia yang lebih “melek riset”. Riset haruslah didengar, dirasakan, dan diapresiasi seluas-luasnya oleh publik. Jika cara lama telah pernah dilalui, inilah inovasi yang dihadapi. Keberhasilan akan keikutsertaan dan publikasi karya kami akan membuktikan bahwa kerja kolaborasi di Indonesia menemukan gaungnya. Publikasi dalam CITIES 2015 ini akan diterbitkan dalam jurnal internasional Elsevier Open Access yang terindeks dalam Science Direct, Google Scholars, dll.

Besar harapan kami akan kerjasama ini. Besar pula harapan kami untuk bisa menjadi bagian dari kemajuan bangsa melalui publikasi karya kami. Terimakasih Indonesia.

Rencana Penggunaan Dana

Berapa dana yang tim butuhkan?

Dana yang dibutuhkan tim adalah dana murni yang diperlukan tanpa ada penambahan apapun didalamnya. Tim berdedikasi penuh menggunakan fasilitas kelas-kelas standar dan lebih berfokus kepada kualitas riset.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s