Belajar Menjadi Orang

Hah? Memangnya kita bukan orang? Kok belajar menjadi orang?

Bukan begitu. Kita ini sudah orang, tapi apakah hati nurani kita juga sudah semestinya hati nurani orang? Saya belajar tentang bagaimana manusia menghadapi silaunya dunia dan terkadang lupa bahwa ada khasanah yang lebih penting dari sekedar materi, khasanah tentang bagaimana menjadi sebenar- benarnya “orang”.

Ketika ada sebagain orang menghabiskan makannanya, kita juga bisa mendapati ada sebagian orang merasakan kelaparan sejati. Pesannya sederhana, mengetuk hati nurani. Misalnya juga bagaimana kita bertoleransi, mengecilkan volume saat sedang asyik nonton film di gadget sendiri. Dan salah satu yang juga mengena adalah

“Jangan biarkan amarahmu terlihat di ruang publik. Temukan tempat lain untuk kamu bisa berdebat dengan seseorang tanpa perlu membuat yang lain merasa tidak nyaman.”

Sumber: Bisa juga cek ya di http://Hello-green-world.sharethisstory.net/id-331112-2346?utm_source=&utm_medium=&utm_campaign=

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s