Sebuah Catatan Manusia

Manusia itu apa yang dia makan. Tetapi sekarang juga ada satu hal: Manusia itu apa yang dia bicarakan. Semua berasal dari lisan. Terkadang atau bahkan seringkali beban diri sendiri berasal dari perkataan. Harus ada perkembangan terbaik bagi ilmu pengetahuan. Jika kau tak bisa tinggalkan warisan, tinggalkanlah ilmu pengetahuan.

Manusia juga bisa berkembang dari renungan. Karena renungan tidak sekedar berupa pikiran tentang gagasan- gagasan. Tetapi lebih dari itu, ia tumbuh menjadi rangkaian- rangkaian penting mengenai penjernihan. Penjernihan hati. Tidak semua hal bisa. Berfokuslah pada apa- apa yang kamu bisa lakukan dan berkaryalah seperti kamu meninggal esok hari. Memang, Tuhan masih selalu berbelas asih memberimu waktu sehingga kau berpikir untuk menunda- nunda segala sesuatu. Tetapi bukankah bertindak yang terbaik itu lebih baik? Tuhan selalu bisa melakukan apa- apa sendiri, tetapi kita tidak. Eksekusilah ide dengan sesegera mungkin karena kau perlu menghimpun tenaga. Yang terkasih telah dinanti dan menanti, berharaplah kelak kau dapat memeluknya erat. Hidup memang terlampau singkat! Dan tampaknya tidak mudah menciptakan “shortcut”

Magelang, 14 Agustus 2013 jam 19:15 @depan rumah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s