TATA RUANG ISLAMI KETINGGALAN ZAMAN?

*)Artikel dimuat pada Republika Online (ROL), 2014
ok

TATA RUANG ISLAMI KETINGGALAN ZAMAN?

oleh:
Emmy YuniartiRusadi

Sejarah mencatat bahwa Islam memiliki kontribusi besar terhadap tatanan dunia dan peradaban. Islam melahirkan pencerahan di Eropa sehingga dikenallah trigonometri, aljabar, astronomi, serta pengenalan angka nol. Lambat laun, Islam mempengaruhi tataruang suatu peradaban. Unsur pusat pemerintahan, pusat peribadatan, dan pusat ekonomi. Di Indonesia, tataruang Islami belum menjadi hal yang dikembangkan lebih masif. Islam masih dipandang sebagai ritual saja, tanpa sadar bahwa Islam sebenarnya adalah fitrah kehidupan. Sudah merasuk dalam setiap sendi kehidupan. Cara pikir Islam untuk menata ruang saat ini dapat ditelusuri melalui penggalian sejarah kota- kota Islam dan membandingkannya dengan kota- kota kini yang memiliki nuansa Islami.

Untuk contoh kota- kota lama adalah di Eropa dimana Islam pernah menjadi pusat kebudayaan selama 7 abad lebih di Spanyol. Turki adalah salah satu kota yang di desain secara Islami dengan mengilhami penghayatan yang memotivasi tentang adanya surga. Sumber air dipikirkan dengan seksama karena air adalah sumber utama kehidupan. Vegetasi dan air berkombinasi menjadi gambaran indah manusia tentang surga. Dimana mengalir sungai- sungai yang menyejukkan. Agaknya, ide Ebenezer Howard adalah duplikasi wahana surgawi itu di London. Howard memang bukanlah seorang muslim, tetapi keindahan dan kesegaran kehidupan kota jelas ingin dia dapatkan melalui konsep tersebut. Keindahan alam tanpa merusak inilah yang ingin dia kenalkan kepada London saat itu. Howard kemudian menjadi tokoh dalam sejarah perencanaan kota skala dunia. Padahal sejarah adalah sebuah rantai yang saling bersambung, saling berhubungan.

Ciri mengenai adanya pusat ibadah yang dekat dengan pusat kerajaan atau pemerintahan menghantarkan tipologi tataruang di Eropa yang khas. Belanda misalnya, memberikan patokan khas dimana pusat pemerintahan, pusat ibadah (kapel, gereja, atauloji), dan pasar berada saling berdekatan. Di dekat 3 bangunan tersebut biasanya terdapat alun- alun. Islam telah menciptakan patron ini jauh sebelum Eropa mengenal pemetaan. Adalah fakta sejarah bahwa kartografer Barat mengubah arah Utara dan Selatan dalam penggambarannya, terbalik dengan para ilmuwan Islam yang awalnya buat. Ilmuwan Islam memetakan dengana rah Utara kearah bawah dan Selatan kearah atas. Dan padat ahun 830an Masehi Muhammad Ibnu Musa Al- Khawarizmi pun menciptakan globe pertama di dunia. Globe kelak amat berperan untuk menentukan posisi suatu lokasi di mukabumi. Tata ruang kemudian berkembang karena pengetahuan akan lokasi bertambah.

Tata ruang sekarang berubah. Ruang menjadi sumber daya ekonomi secara berlebihan. Benar adanya bahwa manusia berpotensi merusak alam dan kurang bisa memegang amanah menjadi khalifah yang baik. Salah satunya pada bagaimana menata ruang. Ruang harusnya dapat menjadikan penghuninya tentram, dan bukan sebaliknya. Pada awalnya manusia membentuk ruang, kemudian ruang membentuk manusia. Hal tersebut berarti bahwa pada awalnya manusia berkreasi dengan mengelola ruang untuk kebutuhannya. Manusia terutama menciptakan bangunan dan infrastruktur penunjang. Setelahnya, manusia menuai hasil apakah ruang yang dihasilkan akan berkelanjutan apa tidak. Ruang yang baik adalah ruang yang dikelola tanpa eksploitasi berlebihan (over exploitated). Ruang dalam pandangan Islam bukanlah komoditas tanpa batas. Kini ruang yang terbatas dijual dengan harga meroket dan menjadi ilusi- ilusi ekonomi ketika ruang yang khusunya bangunan blok dibangun hanya untuk investasi, tidak ditinggali, hanya untuk alasan jual beli.

Bandingkandenganparahnyajumlahpenduduk “homeless” yang perlu ruang untuk tempat hunian. Jika ingin menilik lebih jauh, Indonesia belum dapat mengendalikan penggunaan ruang dengan baik, terutama manajemen lahan yang masih dikuasai pasar. Harga tidak stabil dan cenderung diciptakan oleh pasar. Kendali pemerintah tak kuat. Menengok dari negeri sebelah, Singapura, yang mampu mengendalikan harga dan tahu persis penggunaannya untuk apa saja. Manusia menjadi terlalu rakus. Melupakan kesederhanaan dimana azas cukup berubah menjadi azas boros. Berlebih- lebihan. Sejatinya rumah dengan fasilitas tertentu cukup, masih ingin fasilitas super wah hanya untuk sementara. Lupakah kita bahwa kaum yang boros itu adalah kawan syetan?

Advertisements

6 thoughts on “TATA RUANG ISLAMI KETINGGALAN ZAMAN?

  1. nice article.. 🙂
    klo ngeliat kota kabupaten di indonesia, biasanya memang alun2nya ada masjid dan gedung pemerintah, ciri khas tata ruang islam.

  2. Nice articel, bahwasanya akar dri permasalahan yg bersifat fisik adalah sebetulnya hal yg sngat mndasar dan bersift ekstern; keserakahan manusia.
    Oya, jenengan salah ketik kayaknya it paragraf dua ada yg slah ketik; 700 abad?wow suwe menn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s