GAGASAN KREATIF MENGURANGI KONSUMSI KERTAS: REUSE DAN HAND TO HAND CAMPAIGN (RE-CYCLE)

GAGASAN KREATIF MENGURANGI KONSUMSI KERTAS:

REUSE DAN HAND TO HAND CAMPAIGN (RECYCLE ?)

oleh:

Emmy Yuniarti Rusadi

Kemarin malam, 15 April 2014, saya tertegun melihat aktifitas adik terkecil saya. Dia memotong kertas bekas, menggarisnya rapi, melubangi kertas dengan teratur, menciptakan kertas tak bersiku. Dalam waktu 5 menit kemudian kertas- kertas itu berubah menjadi kertas siap pakai. Ini namanya re-use!

 1

Olalala, Emma membuat isi binder-nya sendiri dari kertas- kertas bekas. Banyak sekali kertas bekas ujian ataupun sisa print yang halaman sebaliknya dapat dipakai untuk menulis kembali. Ada seni tersendiri ketika menciptakan hal berguna tanpa harus mengeluarkan energi tambahan. Entah darimana dia terpikir tentang ini, tetapi secara tidak sengaja itu adalah kebiasaan saya dulu sewaktu SMP. Walau dahulu masih menggunakan penjepit karena tidak suka menggunakan binder, bahkan memang tidak begitu familiar dengan benda itu. Buat saya itu terlalu boros.

2

3

Waktu berjalan, ternyata “buah tak jauh dari pohonnya” juga berlaku. Dari kegiatan itu saya pun berpikir bahwa efek “kupu- kupu” memang terjadi. Kita kadang tidak pernah mengutarakan suatu kebiasaan, tetapi orang di sekitar kita menirunya atau termotivasi menirunya. Banyak kertas yang bisa dimanfaatkan juga pastinya menggelitik untuk tidak menjadi sampah padat nantinya. Menggunakan kembali dapat menekan biaya, menekan energi, dan tentunya menumbuhkan kreatifitas.

Mengenang soal reduce paper activity juga akhirnya saya. Dulu entah semester berapa saya lupa. Saya pernah sisipkan satu print kertas berisi desain poster saya pada saat pengumpulan tugas untuk mengajak seorang dosen mendukung penggunaan email dan teknologi informasi dalam meneliti karya ilmiah mahasiswa atau proposal, bahkan tugas. Jadi mahasiswa dapat secara signifikan menekan konsumsi tinta dan kertasnya per tahun. Tetapi mungkin beliau belum merasa itu amatlah bisa dilakukan. Saya tidak menyerah. Pasti ada jalan untuk tetap menggunakan ‘komunikasi desain visual” dan semangat reduce paper itu di kemudian hari.

Kampanye pemilihan ketua BEM KMFT UGM berlangsung. Kebetulan saat itu saya salah satu kandidatnya. Pada momen itulah saya sertakan logo ‘Hand to Hand Campaign’, dimana leaflet yang diterima, dibaca, dan JANGAN DIBUANG! Tetapi berikan kepada orang lain dengan rapi. Jika ingin dikalkulasi kasar, sekitar puluhan leaflet berisi materi inspiratif tim saya sebarkan, jika sirkulasinya mencapai 5 orang per lembarnya, maka ratusan kertas tidak perlu kami print atau copy. Ini adalah langkah sederhana. Saya pun berpikir ini bisa menjadi definisi baru bahwa recycle bukan lagi soal daur ulang, tetapi berubah menjadi “diputar kembali”, dalam artian kertas dipakai lagi atau jika berisi materi maka dibaca lagi dan lagi. Berputar terus entah sampai mana. Sepanjang aksi ini dilakukan tahun 2010/2011, saya belum pernah mendengar istilah yang sama. Sehingga saya beranikan diri juga untuk mengembangkan aksi ini di gerakan pemuda ASEC (Actual Smile English Club) yang kini memasuki usia ke 3. Saya akan sangat berterimakasih jika aksi HAND TO HAND Campaign dapat terus kita promosikan sebagai buah pikir khas Indonesia. Saya sangat berterimakasih pula jika ada desain HAND TO HAND Campaign yang dapat masuk ke ASEC dan bekerjasama dengan komunitas lain untuk menerapkannya di kampus, minimalnya. Lebih jauh lagi ke SMA, SMP, hingga SD. Kertas adalah salah satu produk yang meninggalkan jejak ekologis cukup besar dimana melibatkan peran hutan. Sedih rasanya melihat hutan banyak yang “bolong” karena tingginya permintaan kertas. Hidup sebenarnya sederhana jika kita bisa sederhanakan masalah dan segera menyelsaikannya. Saya kira mengurangi konsumsi kertas dengan HAND TO HAND Campaign itu adalah salah satu solusi saja, tetapi jika ini konsisten, akan sangat mengharukan jika 10 tahun ke depan nama HAND TO HAND Campaign menjadi tren global. Katakanlah ini dimulai dari Indonesia, dari kita 🙂

Advertisements

2 thoughts on “GAGASAN KREATIF MENGURANGI KONSUMSI KERTAS: REUSE DAN HAND TO HAND CAMPAIGN (RE-CYCLE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s