KOTA-zenship

KOTA-zenship

oleh:

Emmy Yuniarti Rusadi

kota-zenship_副本

(ditulis pertama kali pada 17 Juni 2010, dipublikasikan dalam blog ini untuk mengingatkan kita pada urbanisasi)

Beberapa kota yang berhasil dalam 1 atau 2 dekade biasanya akan sombong ! Bukan kota itu yang meminta, namun penghuninya yang menghiasnya dengan polesan-polesan ‘lipstik’ atau ‘bedak’ yang mereka banggakan sebagai urban modernism. Tidak memakai istilah rural urbanism? tidak, karena tidak popular, tidak gaul, dan tidak eksklusif!

Klaim sebagai kota dengan drainase modern. Tidak akan pernah terenang air bah selamanya! Akan terus menjadi kawasan dengan 50 pelanggan tiap toko, setidaknya! Pusat belanja eksklusif! dan menjadi pusat wisata mata 🙂

Tetapi air hujan ternyata tidak mau menandatangani kontrak kerja semacam itu. Dia punya agenda jauh-jauh hari. Hanya cukup hitungan jam!hanya 2 jam!!

Apa yang akhirnya terjadi adalah ORCHAD ROAD ‘tenggelam’. Menyisakan cabang-cabang pohon yang terus melayang di air, sementara orang-orang harus rela bahwa mobil-mobilnya terendam di basement mal. Banjir maksimal dengan tinggi 1,5 meter meland Singapura. Tak pernah membayangkan kan??Terkejut?

Banyak inspirasi yang ditunjukkan oleh keangkuhan kota, jadi, ciptakan kota yang ramah, kota yang membuat ia memperoleh hak KOTA-zenship-nya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s