PERDESAAN DAN PERKOTAAN: PERSAHABATAN YANG (TIDAK) SEIMBANG ?

PERDESAAN DAN PERKOTAAN: PERSAHABATAN YANG (TIDAK) SEIMBANG ?

 oleh

Emmy Yuniarti Rusadi

Ibarat pertemanan, daerah pedesaan atau dalam istilah kajian perkotaan disebut daerah rural, terhadap daerah perkotaan atau daerah urban selalu memberikan hal yang terbaik. Seperti misalnya bagaimana komoditas pertanian, bahan tekstil, kayu, serta bahan dasar lainnya. Sementara daerah perkotaan begitu konsumtif memanfaatkan bahan- bahan tersebut menjadi bagian dari produksi untuk mencapai nilai tambah. Hingga kini, karakter kekotaan suatu daerah semakin meluas dan mempersempit daerah pedesaan. Sektor tersier semakin mendominasi seiring perkembangan pola piker bahwa negara maju adalah negara industri. Pola pikir ini tidak jauh dari pola pikir pertumbuhan ekonomi yang seringkali diusung. Indonesia merupakan negara yang mudah beradaptasi dengan ide- ide global tentang pembangunan. Keuntungannya, kita menjadi bangsa yang kaya akan khasanah kelimuan, namun kelemahannya, proses adaptasi dengan cirri khas Indonesia belum tercapai.

Menengok kegagalan Kota Detroit di Amerika Serikat ,kota itu kini sudah tak mampu lagi menagggng beban kotanya setelah krisi ekonomi melandanya tahun 2008 dan tak menyisakan kejayaan lain sejak 2012 hingga 2014 ini. Contoh ini menjadi salah satu hal yang membuat Indonesia semestinya tidak terlalu memaksakan diri menjadi negara industri karena kita bisa mengandalkan “motor” pembangunan di bidang lain. Memunculkan industri berbeda dengan menumbuhkan kota- kota industri. Indonesia bisa Berjaya dengan industri strategis misalnya pesawat terbang, teknologi rumah tangga, tekstil, dan industry berbasis pertanian. Keseimbangan antara industry dengan pola konsumsi kota juga perlu diatur. Kelak, kota- kota akan tumbuh berdampingan tanpa mengkesploitasi desa dengan pola pemikiran yang sama bahwa SDA hanya didapat di desa. Kota harus mandiri jika dia ingin bertahan. Jika memang benar kota sering dinilai lebih cerdas dengan desa, semestinya mempertahankan ekosistem dan pertumbuhan ekonomi kota juga bukan hal yang tidak mungkin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s