Lima Tantangan Daerah Urban di Masa Depan

LIMA TANTANGAN DAERAH URBAN DI MASA DEPAN

oleh

Emmy Yuniarti Rusadi

Berdasarkan Laporan Mengenai Perumahan dan Tempat Tinggal Tahun 2009 oleh UN-HABITAT dalam “Planning Sustainable Cities” halaman bahwa kunci-kunci tantangan urbanisasi (mangacu pada arah perkembangn wilayah ke arah urban) ada 5 yaitu Demographic Challenges, Environmental Challenges, Economic Challenges, Socio-Spatial Challenges, dan Institutional Challenges. Secara mudah, penulis dapat sajikan sebagai berikut:

 

Gambar 1
Key Findings on Future Urban
Sumber: Analisis Penulis
(Adaptasi dari “Planning Sustainable Cities. UN-HABITAT, 2009)

Green and Brown Agendas

Green Agenda (Agenda Hijau) adalah agenda-agenda pembangunan terkait sistem-sistem alam lokal, bioregional dan ekosistem global, yang digunakan oleh kota dan permukiman sebagai bentuk pelayanan dalam hal open space (ruang terbuka), keanekaragaman hayati, cadangan air, penguraian sampah, udara yang sehat, iklim yang dapat dipercaya (menentu), pangan dan serat (fibre).1

Sementara Brown Agenda (Agenda Coklat) adalah hal-hal esensial agar suatu kota bekerja, untuk kesehatan dan lingkungan yang berperikehidupan, serta untuk menciptakan peluang-peluang sosial ekonomi yang kota telah canangkan semenjak sejarahnya.2 Parameter yang mempermudah penghitungannya adalah Ecological Footprint (Jejak Ekologis). Secara umum, fungsi-fungsi dari Agenda Coklat ini cenderung merusak atau bahkan menggunakan sumberdaya-sumberdaya alam, sehingga dapat berbenturan dengan Agenda Hijau yang ada.

Untuk mencapai titik temu dua agenda tersebut, ada tren global yang dianjurkan sebagai 8 integrasi mayor (integrasi utama) yaitu:

  1. membangun energi terbarukan
  2. bekerja keras mewujudkan kota yang netral karbon (zero-carbon)
  3. membangun sistem daya dan air yang terdistribusi
  4. meningkatkan ruang-ruang berfotosintesis sebagai bagian dari Agenda Hijau
  5. mengubah efisiensi lingkungan (eco-efficiency)
  6. meningkatkan pengertian pada tempat (sense of place)
  7. mengembangkan transportasi yang berkelanjutan
  8. mengembangkan “kota tanpa daerah kumuh” (cities without slums)

Perbandingan Pendekatan Smart Growth and Transit-Oriented Development Dengan Pendekatan Lain di Dunia

Tabel 1

Perbandingan Pendekatan Smart Growth and Transit-Oriented Development Dengan

Pendekatan Lain di Dunia

Broad approach (pendekatan yang dimaksud) Important terms and approaches

(Istilah penting)

Strenghts

 

(Kekuatan)

Weakness and contingencies

(Kelemahan dan Kemungkinan)

Smart Growth and transit-oriented development Smart Growth

 

Compact Development (Pembangunan yang kompak)

 

Integrated Development (Pembangunan yang terintegrasi)

 

Mixed-use Development (Pembangunan Tata Guna Bercampur)

 

Intensification (Intensifikasi)

Coordination (Koordinasi)

 

Transit-oriented Development

Menguatkan hubungan antar sektor dan antar agensi/institusi Hubungan ini sulit dicapai
Menguatkan hubungan antara perencanaan dan implementasi Mengasumsikan kapasitas yang signifikan dan organisasi
Meningkatkan segi  keberlanjutan Boleh jadi minim pada implementasi
Meningkatkan transportasi umum Dapat menimbulkan konflik terkait gaya hidup dan konflik pandangan
Menguatkan hubungan antara transportasi dengan tata guna lahan
Dapat memperlambat pola Urban Sprawl Akan terjadi klaim-klaim keuntungan
Integrating land use and transport Bus rapid transit (BRT)

 

Corridors and axes

 

Integrated rail

redevelopment

 

Linking economic activities to transport type

 

New transport/landuse models

Mengubah ke arah transportasi publik

Mengubah ke arah kebijakan penggunaan transportasi publik

Mengurangi penggunaan energy dan mengarah pada efisiensi

Sebaiknya memakai hubungan antara transportasi dengan tata guna lahan

Model-model baru (pemodelan baru) yang dapat memahami pola-pola

Harga properti dapat naik seiring pemotongan pada transportasi sehingga daya margin rendah (poor-margine)

Menyaratkan integrasi yang tentunya sulit dicapai

Membutuhkan pemahaman yang baik pada dinamika sosial ekonomi dan keruangan-sulit dicapai

Hubungan antara tata guna lahan-transportasi tergantung oleh perbedaan logika, pembagian institusional

Pemodelan-pemodelan baru masih sangat membutuhkan banyak data, agregasi, dan penjarakan (distant)

Strategic spatial planning and infrastructure palnning Strategic plans Dapat memberikan arahan jangka panjang ke arah pembangunan Kondisi-kondisi menyaratkan dikerjakan secara permintaan/sulit dicapai
Infrastructure plans Dapat menghindarkan dari ketidaksetaraan dan ketidaksinambungnya pembangunan Analisis yang kredibel

Koordinasi antarsektor

Transport-land use links Menghindari fragmentasi pada pembangunan
Keterlibatan pemangku kepentingan dan persetujuannya
Telaah berkala
“Pemenang” dalam internal saja
Adanya pihak swasta yang diistimewakan
Integrated urban development and management plans Multi-sectoral investment plans (MSIPs) plans (PEDPs)

 

 

 

 

Physical and environmental development

Lebih fleksibel, mengurangi  permintaan data/kebutuhan data, dan lebih memudahkan untuk menyiapkan daripada sistem Partisipatory Planning (Perencanaan Partisipatif) Problematik jika tampak statistik atau cara yang berpola pikir sempit
Membantu mengelola pertumbuhan daerah urban  dalam konteks kelangkaan sumberdaya/kapasitas Menaratkan kooperasi antarsektor yang keras untuk mencapai sesuai target
Dapat dipakai secara literatif dalam proses pembuatan keputusan Dapat diputarbalikkan oleh pembuatan keputusan
Strategic structure planning Integrative framework

Long-term vision

Lebih fleksibel, mengurangi  permintaan data/kebutuhan data, dan lebih memudahkan untuk menyiapkan daripada sistem Partisipatory Planning (Perencanaan Partisipatif)

Pendekatan secara multi-tahap

Mengombinasikan aksi-aksi jangka pendek dengan perencanaan jangka panjang

Menyaratkan persetujuan yang sulit dicapai

Boleh jadi masih relatif bersifat teknokratik

Boleh jadi tidak menyediakan kebutuhan detail untuk mengambil keputusan

Linking spatial planning to infrastructure planning Integrated development plans Lebih fleksibel, mengurangi  permintaan data/kebutuhan data, dan lebih memudahkan untuk menyiapkan daripada sistem Partisipatory Planning (Perencanaan Partisipatif) Menyaratkan konsistensi dalam kebijakan dan koordinasi antara pihak swasta yang sulit dicapai
Spatial framework Memberikan arahan pada perencanaan infrastruktur Dapat menjadi terlalu minim lingkupny, minim manfaatnya
  Data berbasis GIS dapat digunakan sebagai input Boleh jadi berkontradiksi dengan pasar
Linking mega-projects in infrastructure development Urban regeneration

 

Multifunctional

Sangat kuat memegang kendali dalam hal bentukan daerah urban

Menumbuhkan pendekatan yang membolehkan hubungan melebihi perencanaan jangka panjang

Membangun kooperasi/hubungan baik antara sektor dan agensi (pihak swasta)

Proyek-proyek mega seringkali “disetir” oleh kepentingan politik dan hanya satu pendekat sehingga sulit dicapai
Level hubungan integrasi dan kooperasinya sulit dicapai

Sumber: Planning Sustainable Cities, UN-HABITAT, 2009 halaman 169

 

1)The green agenda is about the natural systems of the local, bioregional and global ecosystem, which are used by cities and other settlements as services for open space, bidiversity,althy air, and reliable climate, food, and fibrez water provision, waste dispersion, healthy air and reliable climate, food and fibre (Halaman 114:Planning Sustainable Cities, 2009, UN-HABITAT)
2)The brown agendais essential for making a city work, for healthy and liveable environment, and for creating the human and economic opportunities that have driven cities throughout their history.All cities consume land and resources such as energy, water and materials, which they use for buildings and transport. In the process of making a city functional, these resources are turned into wastes. It is now possible to quantity this impact in one parameter called ecological footprint. The brown functions of a city generally consume and degrade its green resources and processes, respectively, unless the city intervenes through processes such as urban planning and environmental management.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s