KONSISTENSI MERAIH KESUKSESAN PENGELOLAAN TRANSPORTASI DARAT DI INDONESIA

 KONSISTENSI MERAIH KESUKSESAN PENGELOLAAN TRANSPORTASI DARAT DI INDONESIA

oleh

Emmy Yuniarti Rusadi

Pada hakikatnya, Indonesia sudah memiliki banyak konsep dan rancangan sistem dalam menjalankan pembangunan wilayah dan kotanya. Ada beberapa sektor yang menjadi sektor vital dalam pembangunan negara salah satunya transportasi dan energi, dalam hal ini adalah bahan bakar kendaraan. Indonesia. Dasar inilah yang memungkinkan untuk memulai dan meneruskan cara-cara kreatif dalam mengatasi masalah kenaikan BBM atau bahkan menghapuskan BBM yang mau tidak mau akan Indonesia hadapi ke depan.

Indonesia sesungguhnya sudah memiliki kebijakan logis berupa Pull and Push Policy untuk menyikapi masalah kemacetan lalu lintas. Masalah ini akan menjadi bangkitan semangat berikutnya jika sudah teratasi dengan baik bagi penyelesaian masalah-masalah lain dalam transportasi darat di Indonesia. Pull Policy merupakan kebijakan yang berupa penciptakan ketertarikan masyarakat pada penggunaan kendaraan missal atau agkutan umum. Sementara Push Policy merupakan kebijakan yang memungkinkan masyarakat mengetahui dampak dan resiko berkendaraan pribadi (Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, 2011). Ternyata, dalam kebijakan tersebut terdapat apa yang disebut sebagai Tiga Integrasi yaitu Integrasi Fisik, Integrasi Jadwal, dan Integrasi Ticketing. Dalam integrasi fisik tersebut ditatalah infrastruktur sedemikian rupa agar transportasi darat dapat saling terintegrasi antarmoda dan antar titik pemberhentian. Sementara integrasi jadwal, digunakanlah saran-saran penggunaan teknologi atau inovasi informasi yang dapat diaskes sesegera mungkin oleh pengguna moda. Pengguna dapat merencanakan kapan keberangkatan, kapan berhenti, dan seberapa lama perjalanan dari satu temmpat ke tempat lain akan memakan waktu.

Sementara integrasi ticketing dilakukan dengan sistem komputasi yang mulai digunakan dengan turut menjadikan sarana lain sebagai penunjangnya misalnya kartu mahasiswa sebagai tiket dan bekerjasama dengan bank tertentu dalam membayartiket, tanpa perlu I uang tunai lagi. Konsep-konsep lain di Indonesia bermunculan mengatasi kemacetan seperti projek MRT yang digagas sejak tahun 1998, hingga BRT khusus untuk daerah-daerah metropolitan seperti Jakarta dan Bandung. Hal lain yang berkaitan erat dengan kelancaraan transportasi adalah manajemen energi, bahan bakar tentunya. Hampir 50% bahan bakar di Indonesia habis untuk biaya subsidi kendaraan pribadi sementara bus hanya 3% (DISHUBKOMINFO DIY, 2014).  Kondisi yang tidak seimbang. Jika terus dilanjutkan, bukan hal tidak mungkin Indonesia menjadi “kota rongsokan’ karena transportasi pribadi menumpuk sementara bahan bakar terus menipis dan kita terlambat mempersiapkan energi terbarukan serta manajemen transportasi umum. Kesepakatan dalam hati ingin semua lancer tetapi praktik menggunakan kendaraan pribadi bahkan lebih dari satu masih saja jadi bahan candaan. Oh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s