Dedikasi Adik # 2

Dedikasi Adik # 2

 Karena tidak cukup hanya satu, tulisan mengenai adik selalulah menarik. Kini saatnya satu lagi adikku yang menjadi ‘sasaran’ tulisan hehe. Terimakasih kepada adikku satu ini. Emma Justica Rusadi. Mengapa namanya kembar/ karena kami memang terlahir sama tepat dengan tanggal kelahiran saya. Berbeda 9 tahun adalah perbedaan yang amat jauh tetapi menyenangkan. Bisa mengetahui proses kelahirannya hingga kini ingin menepaki masa remaja. Menyongsong masa SMA. Sebentar lagi.

 Image

Dia memang kecil, tetapi pikirannya tidak kecil. Dia memang muda, tetapi semangatnya mengejari orang dewasa bahwa santai tapi serius itu asik. Dia bukan tipe kutu buku yang pasif. Dia lebih suka hal- hal eksploratif. Tetapi dia orang yang amat praktis dalam menyelesaikan segala sesuatu. Tepat sasaran. Walau menurut saya dia memang suka sekali membaca. Dunia foto, musik, kesehatan, dan memasak adalah kombinasi yang unik buatnya. Tidak pernah terpikir bahwa anak yang dulu sempat mendebarkan orang tua saat kelahirannya, ibu harus berjuang lama sekali (paling lama diantara kami bertiga) dan ketika lahir tidak menangis sama sekali. Keajaiban Allah swt bagi siapa saja yang mau belajar.

Image

Anak ini memang lebih cerewet dari pada saya, tetapi dia amat lucu. Hahahaha. Apapun itu selalu membuat orang berguling- guling tertawa. Tangannya ‘ampuh’ juga mengobati orang sakit. Pernah suatu hari saya demam dan dialah yang sabar membantu. Apapun itu.

Waktu berlanjut hingga menyadarkan saya bahwa umur saya juga sudah akan bertambah (ya umur dia juga sih hahahaha). Dia temple besar juga cita- cita dan target hidup di dinding kamar! Menakjubkan. Ini hasil dia berpikir dan merenung selama ini! Lulus UN SMP (psssttt, dia curang sekali, sekolah di SMP sama denganku wkwkwkwkwk)!!!!!!. Semoga keinginannya menjadi dokter terwujud. Setidaknya dalam keluarga ada yang mampu mengatasi masalah kesehatan, karena kakak-kakaknya di teknik hehehe. Begitu naturalnya bakatnya itu. Bapak adalah motivator ulung buatnya. Ibu pelecut semangatnya. Terkadang anak ini moody, tetapi darinya saya belajar bahwa dedikasi juga tidak selamanya naik. Ada kalanya turun seiring raga yang juga memiliki ‘alarm’.

Ada keusilan Emma ketika dia bermain- main dengan anak kecil. Selalu saja ada sumber tawa atau malah tangis si bocah hahahaha. (aduh, maaf ya, kakaknya tidak mengajari wkwkwkwk). Kadang dia cubit terlalu gemas, atau terlalu bersemangat lari- larian. Saya semakin menduga bahwa ada ‘dewa kodok’ yang menaunginya karena dia suka ‘lompat- lompat’ hohohoho. Yah, anak SMP. Dulu saya begitu juga tetapi Emma mengajari saya bagaimana hidup dengan agak lebih santai. Ada dia adalah keberuntungan besar. Ada kawan bercanda sekaligus kawan diskusi yang up to date. Hobi Twitter dia tidak tanpa manfaat. Dari Twitter dia tahu hakikat sholat Dhuha. Dia tahu ensiklopedia alam dan sosial. Dia memang bukan kutu buku, tetapi boleh jadi kutu-Twitter hahahaha.

Terimakasih juga atas semua kesabaran dan masakan- masakan enak yang selalu tersaji (note: just sometimes you cook, Dear :p )Doa kami selalu untukmu. Raih cita-citamu sebaik-baiknya. Baktikan hidupmu pada sesame pula. Satu pesan Bapak yang paling utama, hidupmu ibadahmu J

Advertisements

2 thoughts on “Dedikasi Adik # 2

  1. hahaha.. bagus.. aku langsung cek tanggal lahir masing-masing loh.. 7 juni yah.. 😀 tapi beneran ga nangis?? aneh juga.. baiklah.. mungkin dia alien juga… hhihihii.. semoga sukses juga buat emma dan si kakak.. amin.. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s