Tentang Dosen

Tentang Dosen

Oleh

Emmy Yuniarti Rusadi

Mendedikasikan diri terhadap pendidikan dengan menjadi dosen adalah suatu pilihan hidup. Banyak profesi yang mungkin lebih menjanjikan, tetapi mengapa harus dosen? Itulah yang mungkin dipikirkan oleh kebanyakan orang. Profesi tidak hanya berkaitan dengan uang, namun bagaimana diri menemukan panggilan jiwanya dan tentunya kebahagiaan. Kepuasan itu relatif, tetapi hal yang paling penting dalam pekerjaan adalah nilai- nilai keberkahan yang ada di dalamnya.

Pendidikan adalah akselerasi utama suatu generasi menjadi generasi yang terarah dan jauh lebih baik. Ia adalah motor utama penggerak kemajuan suatu bangsa. Menjadi “guru” di universitas adalah sama halnya dengan mengabdi pada kemajuan bangsa. Walaupun mungkin dalam prakteknya beberapa dosen dinilai  profit oriented, namun itu kembali lagi kepada keprihatinan dan lingkungan kampus terkait. Ada sumpah yang harus dipegang teguh dosen untuk tidak menelantarkan mahasiswanya untuk projek terntentu. Walau begitu mahasiswa bukanlah generasi yang harus selalu “disuapi”, tetapi menjadi pribadi yang selalu terus mencari.

Dosen adalah profesi yang terhormat. Memang benar negeri ini belum cukup kaya untuk membiayai atau menggaji orang- orang jenius ini, tetapi suatu saat ha terbaik pasti akan terjadi. Ada hikmah dari mengapa sistem gaji seperti saat ini terjadi. Karena kacamata ekonomi di negeri ini jomblang, tolak ukur gaji dilihat dari produksi fisik yang terjadi, sementara kesuksesan orang bukanlah bagian dari kacamata ini. Bangkitnya anak miskin menjadi orang terhormat yang tidak terjun di jalanan atau pengangguran karena pendidikan tidak dihitung sebagai output yang patut dinilai. Memang pendidikan itu tak ternilai harganya, tapi adilkah jika politikus yang belum tentu menawarkan ilmu positif atau ilmu yang dibayar hanya karena mampu membinarkan pikiran orang sementara waktu? Dosen juga bisa menggaet banyak massa dengan karya- karyanya, karya risetnya yang berguna. Sebut saja misalnya dusun kreatif  yang membangun dirinya dari mengelola sampah, karya hidrolik, karya rencan kawasan, karya desain infrastruktur dan konstruksi. Semuanya begitu melimpah. Tidakkah ini dapat dihargai dengan lebih baik? Sehingga ke depan, orang juga turut berfikir dan memperhatikan bahwa ilmu pengetahuan semestinya menjadi bagian dari budaya keseharian, bukan hal yang mewah atau bersifat eksklusif. Anak- anak didik pun harus diberi pengertian bahwa perguruan tinggi bukanlah lembaga yang mencetak tenaga kerja! Ia ada lebih dari itu, manusia yang menjadi insan pembangun yang memiliki ketahanan moral dan intelektual! Setiap orang mungkin perlu diingatkan bahwa cita- cita bangsa ini bukan manjadi Negara liberal yang hanya mengandalkan otak dalam pembangunan, tetapi manusia seutuhnya.

Bicara tentang dedikasi dosen memang tidak akan pernah habis. Akses informasi boleh jadi mendukung percepatan akses pendidikan dan kualitas seseorang. Banyak mahasiswa muda bisa meraih gelar S2, S3, bahkan prefesor dengan seabrek karyanya. Tetapi ini linier dengan tantangan dan masalah dunia yang semakin kompleks. Banyak karya harus diciptakan agar hasil pembangunan semua bisa “kecipratan” 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Dosen

  1. Menjadi dosen adalah panggilan jiwa, untuk mengabdi dan mencerdaskan bangsa. Paling tidak Emmy ini punya atensi dan interes yang lebih kepada dunia pendidikan dan tentu saja menjadi dosen yang baik adalah dedikasi tanpa mengejar materi. Salam sukses selalu! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s