Ibuku Ling-Ling

Ibuku Ling- Ling

Oleh:

Emmy Yuniarti Rusadi

 

Saya tidak tahu apa beliau benar- benar keturunan Tionghoa atau tidak. Apa beliau memiliki riwayat Tionghoa dengan marga tertentu atau tidak, tapi wajahnya benar- benar seperti seorang Tionghoa. Mata sipit dan kulit yang bersih. Kalau melihat foto beliau dahulu, sungguh beliau seperti putri sipit yang lucu. Hehehehehe.

Nama Ling-Ling sebenarnya bukan nama sebenarnya, tetapi saya sematkan karena baru tadi pagi saat saya perhatikan ibu menguncir cepol rambutnya dengan sedikit poni terurai. Benar- benar seperti anak Cina, bukan wanita Cina malah. Terlihat sangat muda. Kenapa Ling- Ling? Karena itu nama Cina yang identic dengan hal yang imut dan manis. Dan mungkin saya terpengaruh karena kemarin habis makan di fruit bar Ling-Ling di dekat kawasan UNY.

Makin kesini saya makin mengerti, kalaupun memang Tionghoa darahnya mengalir pada tubuh saya itu adalah hal yang ajaib. Sepanjang pengetahuan saya, orang Tionghoa belum tentu putih dan benar- benar sipit. Dia teridentifikasi Tionghoa karena memiliki marga atau menceritakannya pada saya tentang jatidirinya. Dan kulitnya tidaklah putih tapi kuning langsat. Tipe kedua adalah benar- benar Tionghoa tanpa marga. Namanya amat modern dan sepanjang pengalaman, kawan- kawan saya dengan tipe ini bukanlah seorang Buddha atau Konghucu, melainkan Kristiani atau Katolik. Ada yang keturunan Ambon dan Medan. Ya, this is life! Variations!

Kembali soal Ling-Ling, nama yang identic dengan kelincahan dan keimutan. Nah ibu saya juga begitu. Bolehlah dikatakan “cerewet”, tetapi itu positif. Beliau orang yang amat teliti dengan segala sesuatu. Etos kerja ibu mirip dengan ciri- ciri Tionghoa yang pekerja keras, tekun, dan hemat. Sejak kecil kami anaknya diajari hal- hal itu. Saking penasarannya bertanya- Tanya, akhirnya tersibak juga kisah moyang ibu. Ada saudara simbahnya yang tenyata orang yang beremigrasi ke New Caledonia, Negara milik Perancis saat ini. Beliau memang bersaudara dengan kakek ibu. Keduanya memang sosok yang mirip Tionghoa dengan pola hidup yang mirip walaupun kakek saya tak semirip mereka. Tetapi warna kulit boleh berbeda, namun mindset hidup yang paling penting. Pada jaman itu, jaman dimana orang bisa fasih berbahasa lebih dari dua, selain Jepang dan Belanda. Sayangnya saya tidak tahu persis bagaimana fotonya karena sudah lama sekali using dan terdapat bercak jamur. Maklum, afdruk jaman dahulu, super dahulu 🙂

Penelusuran ini tidak berhenti. Semakin saya menanyakan “ke-ling-ling-an” ibu saya, makin saya menemukan “remah-remah roti” bahwa ini menarik. Menyelidiki silsilah keluarga sendiri. Muncullah saya dengan beberapa hal yang saya tulis tentang New Caledonia. Impian dapat mengunjunginya suatu saat nanti dengan beberapa riset atau karya yang bisa dilakukan. Ada saudara lama disana yang hingga sekarang keluarga saya tidak tahu pasti kabarnya sejak tahun kelahiran saya, tahun 1990.  Dan ternyata rasa penasaran dapat mendorong orang untuk menjadi lebih membuka cakrawala pengetahuan. Saya makin menelusuri seperti apa itu daerah New Caledonia. Bagaimana sejarahnya terhadap bangsa ini. Apa saja kiprah warga Indonesia disana. Mengapa ada 3 gelombang emograsi penduduk Indonesia kesana pada tahun 1837, 1960an, dan 1990an. Ini sangat menarik. Apakah New Caledonia tumbuh seperti Suriname di mana banyak orang Jawa bermukim menghasilkan budaya baru di tanah yang bukan asalnya. Pengembaraan manusia merupakan bagian sejarah peradaban yang cantik. Selalu membuat ingin tahu.

Kini, jangan pernah berhenti untuk menemukan inspirasi. Hal yang mungkin dipikir remeh dari memandang wajah ibu  telah membawa saya ke “petualangan” pikiran tentang ras dan peradaban ke daerah lain yang selama ini belum hinggap di pikiran. Inilah kehidupan, setiap hal dapat menjadi petunjuk 🙂

 

 Rabu, 8 Januari 2013

Advertisements

4 thoughts on “Ibuku Ling-Ling

  1. hahaha.. berarti ga salahkan kalo aku panggil bu pipi bakpao.. kan masih ada hubungannya ama tionghua.. wkwkwk.. 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s