Dedikasi Adik #1

Dedikasi Adik #1

oleh:

Emmy Yuniarti Rusadi

 sip2

Kalau ada hari ayah dan ibu, mungkin akan lengkap kalau hidup ini juga punya hari adik atau hari kakak. Dedikasi adik atau kakak berperan amat penting dalam perjalanan karier, cinta, atau apapun itu. Tulisan ini khusus untuk adik tertuaku, Indra Putra Rusadi. Usia hanya beda dua tahun. Kalau ada yang seumuran dan bernasip sama, selamat! Masih ingat saat saling sikut kalau salah satu dipangku ibu? Atau saling cemburu kalau salah satu digendong di pundak bapak? “Atu juja mau lebih tinggi” hahaha.

Adik selalu punya karakternya sendiri. Dia bisa pendiam karena pengamat. Bisa juga lebih “cerewet” karena ingin diperhatikan. Sebagai kakak, saya beruntung karena adik yang pengertian. Berbagi uang saku selama SD. Berbagi buku baru saat libuarn caturwulan (dulu). Dan sekarang berbagi tutor software :p

Kalau selama ini menjadi kakak terkesan superior, itu karena “nrimo” nya adik. Jangan pernah jumawa karena dia juga yang selalu mendoakan kita saat apapun juga. Menjadi kakak mungkin memiliki sisi leadership tersendiri, tetapi menjadi adik juga memiliki sisi kesabaran tersendiri. Siap orang yang bersedia pertama kali ketika misalnya ibu bilang ” Dek, gapapa ya pensilnya dipake mbak dulu?”, anggukan kecil itu yang menjadi modal dasar dukungan adik pada sang kakak. Kadang adik juga sering menerima jika ditulis sebagai “si” dan bukannya “sang”. Jadi sekarang, kok saya berpikir tulisan- tulsan media pun harus diganti “sang adik”.

Adik juga menjadi pemacu semangat harus menjadi apa kita sebagai kakak. Kitalah pembawa kunci petualangan. Adik akan meniru hal- hal positifnya. Kita juga sebagai kakak yang harus sadar diri terus lelah membawa lilin paling depan, sementara adik belajar dahulu di belakang. Dari adiklah kita belajar, ada pemimpin dan ada follower. Tanggung jawab menjadi foolower tidak selamanya mereka sandang. Kelak, kakak pula yang harus menghargai dan menghormati jerih payah adiknya untuk menjadi apa.

Jika ajaran Bapak tentang baju kembar untuk saya dan adik pertama terbilang unik, tapi memang dari dulu warna baju atau model baju pasangan (hehehe baju dan celana itu loh, macam Kstria Baja Hitam wkwkwkwkw) itu menjadi ciri khas. Entah bagaimana itu membawa suasana keakraban tersendiri. Saya pikir cemerlang juga ide minimalis bapak ini. Kadang tertawa sendiri melihat kami yang dulu sama- sama chubby dengan pose duduk bbareng di bangku kecil. Hahahaha, serasa ingin mencubit diri sendiri. Potret masa lalu selalu layak untuk disimak. Tidak pernah mengira adik bisa tumbuh melebihi kakaknya (curcol karena saya sebagai kakak justru yang paling pendek hahaha). Tertegun melihatnya kini bisa memanjat banyak gunung- gunung tinggi. Meledek seru saat akhirnya dia bisa berkegiatan bareng dengan presenter cantik hahaha. Kemauan kerasnya untuk mendedikasikan waktu untuk menelisik alam. MAPALA. Sering saya baca catatannya sedikit, tetapi fotonya teramat banyak. Pasti dia menyimpan banyak memori tentang pesona alam yang luar biasa. Selalu saya menggali ilmu alam darinya. Inilah saat kakak belajar. Tidak menjadi orang yang lebih tua lalu kemudian mengerti segala. Kakak tetaplah manusia yang berproses. Adik juga. Menikmati waktu belajar adalah saat-saat yang sangat mengasyikkan. Dari sini saya pun belajar bahwa, boleh jadi, antar generasi juga sebaiknya saling membangun semangat belajar yang harmonis. Perbedaan mungkin memicu konflik, tetapi itulah harmoni. Nikmatilah dan belajarlah. Sekali lagi, terimakasih atas dedikasi adik maupun generasi “adik”. Merekalah yang boleh jadi turut “mewarisi” ilmu sang kakak. Sang adik yang membuka jalan untuk adik yang lain.

NB: Background London, semoga kota itu tidak terlalu jauh untuk dicapai suatu hari. Pembakar juang!

Sabtu, 30 November 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s