Menjadi Pembicara Materi di Program Studi PWK UGM (18 November 2012)

Jujur, saya juga masih belajar dalam hal satu ini. Manajemen waktu. Siapapun akan tetap menjadi pembelajar untuk hal yang satu ini hingga akhir hayat menurut saya. Tetapi kesempatan tempo hari menjadi salah satu kesempatan saya untuk berbagi tips dan trik membagi waktu kepada para mahasiswa Program Studi PWK, UGM muda. Saya sangat bersyukur ada hal yang dapat saya sampaikan kepada calon perencana kota ini. Tentang manajemen waktu sendiri, setiap orang boleh jadi sangat berbeda-beda menentukan variasi strategi. Tetapi hal yang paling mendasar untuk menggunakan waktu secara efektif dan efisien bermula dari pikiran seseorang. Mimpi seseorang sangat menetukan bagaimana waktu itu digunakan. Jika mimpi seseorang sering berjangka pendek, tidak heran jika waktu yang digunaka cenderung memiliki banyak jeda. Tetapi jika berjangka panjang, seringkali jeda dapat diakumulasikan. Misalnya liburan panjang atau backpacking. Tidak pernah ada istilah salah atau benar dalam manajemen waktu, yang ada hanyalah tepat atau tidak, bermanfaat atau tidak. Waktu tidak dapat diputar. Dia juga tidak akan menunggu. Terkadang kelemahan dalam manajemen waktu adalah persoalan mood, stamina tubuh, atau passion yang tidak terkelola dengan baik. Idealisme seseorang juga sangat menentukan bagaimana seseorang menggunakan waktunya. Apakah dia tipe pekerja keras, suka menunda pekerjaan, atau tipe deep concern (perlu waktu lama namun teliti dalam mengerjakan sesuatu). Saya kira, hal paling bisa diandalakan adalah selalu membuat jadwal kerja individu dengan range yang disesuaikan kebutuhan. Contohnya, saya biasa memberi jeda 15-30 menit sebelum dan sesudah jam makan siang untuk berkegiatan. Atau bisa juga 15-20 menit waktu untuk mobile dari satu tempat ke tempat lain. Tidak jarang saya membuat janji dengan waktu-waktu yang tidak lazim misalnya jam 13.15 atau 13.20 (padahal biasanya orang membuat di kelipatan 30 menit menjadi 13.30). Memperkirakan waktu tempuh akan suatu hal juga patut dijadikan keahlian tersendiri. Membiasakan dan memaksakan diri untuk hal yang positif agar tercipta kebiasan memang tidak mudah, tetapi jika sudah terbentuk baik, susah terlupakan. It is not such of easy come easy go! Paparan saya boleh diunduh pada link berikut ini (mohon menyertakan sumber jika digunakan untuk keperluan presentasi dll):

https://dl.dropboxusercontent.com/u/28331893/Presentasi%20Time%20Management%20PPM%20PWK%202012.pdf

Saya bukan tipe orang yang kaku dan senang menerima begitu saja materi, sehingga saya selalu menekankan interaksi dalam setiap presentasi. Banyak sesi dalam forum ini membiarkan setiap peserta memaparkan idenya. Hal yang unik terjadi, saya mengajak peserta dan panitia berlatih mengekspresikan diri berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. And that was awesome!  Secara garis besar dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata sudah memeiliki agenda masing-masing , tetapi selalu saja ada agenda dadakan yang boleh jadi tidak dapat dihindari. Tetapi saya pun menekankan adanya fokus kegiatan. Bagian mana yang primer itu yang musti dikerjakan. Selebihnya adalah tindakan mengeksekusi waktu. Jangan biarkan berlalu tanpa makna. Ciptakan sesuatu dari waktu itu. Saya menjadikan forum ini sebagai renungan diri juga, semoga presentasi tersebut dapat memacu saya untuk menjadi semakin tahu makna manajemen waktu. What a lesson! Thanks for the time for me speaking up! Semoga bermanfaat dan tetaplah semangat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s