Menjadi Pembicara Dalam Bakti Kampung HMT PWK di SDN Candirejo, Yogyakarta (23 Februari 2013)

MENJADI PEMBICARA DALAM BAKTI KAMPUNG HMT PWK  DI SDN CANDIREJO, YOGYAKARTA (23 FEBRUARI 2013)

IMG_0201

Kali ini saya berkesempatan bersama HMT PWK Universitas Gadjah Mada untuk menjadi pembicara dalam acara sosial kemasyarakatan di SDN Candirejo, Yogyakarta. Salah satu sekolah negeri di daerah Jalan Kaliurang. Kegiatan kali ini punya segmentasi berbeda, paparan bukan untuk mahasiswa yang intelek tetapi murid-murid yang  lebih cerdik hehehe. Pada awalnya saya berpikir ini akan menjadi hal unik, dan benar saja, kegiatan tidak hanya di dalam kelas dan mendengarkan, tetapi benar-benar kegiatan lingkungan. Kegiatan tentu diawali ramah tamah, walaupun mahasiswa, tetap harus menjadi “ hamba” jenius-jenius cilik disana. Banyak sekali pertanyaan bahkan sebelum acara dimulai. Guru-guru sangat antuasias begitupun anak didik menjelang jam makan siang hehehehe.

IMG_0207

Ada banyak hal dapat diambil hikmahnya dari kegiatan ini. Mendidik sesuatu hal positif sedari dini memang akan menjadi investasi yang tidak akan mudah lunctur. Terlebih dalam kegiatan ini kami ajarkan bagaimana berbagi kesadaran lingkungan dengan tanam pohon dan pembagian bibit gratis. Tidak banyak hal memang, tetapi ini salah satu awal yang bagus. Adalah hal yang patut disadari bahwa kegiatan semacam ini harus terus dijalankan agar tidak “punah”. Penyampaian ide-ide besar tidak akan serta merta diterima oleh para peserta anak-anak ini jika metodenya tidak pas. Jadi mau tidak mau saya harus survey tempat jauh-jauh hari sebelum kegiatan berlangsung. Tidak pernah terbersit dalam benak saya “ ini hanya anak SD!”.  Justru karena mereka anak SD, saya harus tampil berbeda saat itu. Benar saja, mereka sangat antusias pada film dan bahan-bahan yang saya sajikan. Terimakasih juga pada panitia yang sudah mau bersusah payah bekerja untuk keberhasilan acara ini. Banyak keluguan anak-anak mengenai lingkungan ketika secara sadar ternyata mereka merasa bersalah membuang sampah tetapi ternyata lingkungan dewasa tidak memberikan mereka peringatan kembali ketika di rumah atau lingkungan desa untuk benar-benar mencintai kebersihan misalnya. Ini menjadi kelas motivasi juga pada akhirnya hahaha. Bagi mereka, lingkungan adalah tempat bermain, jadi pastikan benar bahwa materi yang disampaikan menyangkut dunia bermain mereka juga. Saya mencintai anak-anak sebagaimana saya ingat bahwa tumbuh itu hanya sekali. Jiwa mereka tidak boleh disusupi sesuatu yang merusak perkembangannya. Jadi itu mengapa saya sangat mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini, walalupun kita sudah berjarak sangat jauh dengan mereka. Tidak ada hal paling menyenangkan ketika mereka kelak dewasa dan masih dapat mengenang bagaimana gembiaranya mereka belajar, terutama belajar mencintai alam mereka, tempat bermain mereka. Sisi positif lainnya, ini bisa menjadi kegiatan tersendiri ditengah kesibukan-kesibukan orang dewasa pada kuliahnya. Mengenal celoteh anak dengan lebih dekat memang sangat menyegarkan pikiran 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s