Atas Permintaan Saudara

IMG_9606Jadi ini sebenarnya adalah kisah yang saya dedikasikan untuk Nyanyu, Teknik Industri UPN Veteran, Yogyakarta. Suatu saat kami bertemu dalam ASEC (Actual Smile English Club) REAL DISCUSSION dimana Prof. Ariel Lindner dan kawannnya Dr. Dull menjadi pembicara tentang kreativitas pemuda dan berpikira diluar kotak. Bahasa gaulnya adalah Think Out of the Box hehehehe. Saya tidak dapat menghafal nama-nama semua peserta yang adatang waktu itu. Selang beberapa bulan terjadilah peristiwa sms invitasi untuk menjadi juri debat Bahasa Inggris SMA. Sudah lama saya dan teman-teman SMA mengenang kembali masa-masa hiruk pikuknya persiapan debat semacam itu. Belum lagi ijin sana-sini untuk diantar atau mendapat dukungan bimbingan dari guru. Ada kalanya saya dan teman debaters SMA N 1 Sleman saat itu musti menulis banyak hal, tidak dikertas, tetapi di kepala ( haha artikan sendiri ya maknanya :p). Nah, sms itu ditindaklanjuti dengan benar-benar TOR menjadi juri masuk ke email. Tentu ini semacam shocking soda juga sebetulnya karena agak lama dunia debate saya tinggalkan. Tetapi pada prinsipnya metode-metodenya masih sangat terasa dan asyik untuk dipraktekkan kembali. Ya, sesuai permintaan Saudara Nyayu ( hey, tepatnya Saudari ya hahaha) saya setujui menjadi juri debat Bahasa Inggris itu bersama juri yang ternyata ada juga yang bernama Emmy, seorang dosen Bahasa Inggris pula di UPN. Saya bersama dua senior yang aktif di lembaga pendidikan Bahasa Inggris dan well, banyak hal seputar English yang akhirnya saya ketahui. Entah itu  tentang mekanisme tes ITP, IELTS, dll. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk mencari perhatian peserta (loh, haha enggak benar ini, intermezo biar bacanya enggak berkerut-kerut deh!). Banyak peserta yang berpenampilan sangat berbeda dengan usinya kini. Sudah seperti mahasiswa muda saja ini pesertanya, saya merasa imut juga (bagian ini juga fitnah hahaha). Sampai juga di saat yang dinantikan yaitu Coaching Clinic dan Technical Meeting, ya mau tak mau musti memberikan contoh-contoh praktek sesuai permintaan peserta. Ada yang menanyakan soal bagaimana speaking yang baik hingga menanyakan nomor telepon dibelakang meja sesudahnya hahaha. Terimakasih Nyayu dkk yang memberikan kesempatan emas bertemu dengan idola cilik wkkkkk. Saya sangat senang karena antusiasme yang baik dari guru juga ditunjukkan ketika sesi coaching clinic sebentar berlangsung. Tentang motivasi agar tidak gugup, hingga beberapa pernyataan yang penting diperhatikan, do and don’t s, serta bercandaan khas anak muda yang saya sarankan boleh masuk dalam mengutarakan argumen tetapi dengan catatan harus ilmiah. Jadilah hal itu dipraktekkan saat mosi tentang daerah perbatasan Israel Palestina terjadi di babak-babak penentuan. Seru sekaligus menjadi kesedihan karena satu kawan terbaik saya kahirnya tidak dapat bersama menjadi juri karena kuota yang panitia sampaikan. Octavia Riayustina Putri, thanks for everything, budy. Someday we have to beat another one! Rock!

Akhir debat dimenangkan oleh tim beranggotakan trio cowok yang memesona juri dengan kelancaran argumennya dan logika memahami mosi. Sesuai dengan dugaan, ruangan menjadi riuh dengan penyerahan piala-piala dan sesi foto. Ini benar-benar mengingatkan saya pada setiap perjuangan dan kemenangan. Perjuangan akan bersifat abadi, sementara kemenangan itu temporar. Ia hanya bisa dinikmati ketika lelah perjuangan itu sudah mulai tak terasa lagi. Tidak ada lutu yang tak sakit ketika menempuh perjalanan jauh. Dan pemenang inilah yang juga sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Saya lihat di belakang mereka berjalan ada barisan suporter, pembimbing debat, dan guru-guru mereka, serta driver sekolah. Bukankah kompetisi semacam ini mendidik anak-anak negeri untuk juga berdedikasi? menghormati setiap bentuk langkah menuju sukses atas kerjasama dari smeua pihak. Indah sekali.

Bagi yang kalah tidak masalah! memangnya dunia berakhir setelah kau putuskan aku (hahaha, cuplikan Shaden sih kalo yang ini sih peace bro!). Semangat! hal seperti ini yang akan mendewasakan diri.

Akhirnya saya pulang agak petang karena juga memperhatikan peserta-peserta ini kembali dan panitia masih membicarakan acara tadi. Terimakasih karena permintaan Saudara saya belajar lagi. Anak muda memang sumber inspirasi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s