Apa yang Kamu Tulis Tentang Cinta # temennya Remah-Remah Roti Tuhan

Apa yang kamu tulis tentang cinta? Pasti soal rasa berdebar-debar tidak karuan, diiringi dentuman kencang debar jantung saat memandang ataupun sekedar mendapat senyum balik dari sang pencuri perhatian. Atau mungkin soal kata-kata yang justru tidak sempat muncul karena degupmu memacu stres di kepala dan gugup! Hahaha, banyak hal tidak terungkap soal itu. Seperti halnya orang masih penasaran dengan bagaimana orang jaman dahulu membangun Piramida dan Spinx.

Adakalanya jatuh cinta itu dibahas dimana-mana, entah saat Hari Valentine atau Hari Ayah, Hari Ibu, atau hari apapun itu yang dianggap spesial. Tetapi bukan mie2gination kalau tidak mengungkap fakta dibalik berita (hahaha emangnya ini infotanment :)). Ada banyak hal diluar sana yang memerlukan cinta yang sungguh-sungguh teruji. Setia individu itu tidak tercipta kosong. Ada jiwa yang mengisi setiap tubuh. Rasa akan turut serta mengendalikan kekuatan bertindak. Itu mengapa olah rasa sangat penting. Tetapi olah rasa itu kian menurun dimana setiap kita melewati pengemis tua, bukannya kita sekedar membungkukkan diri, tetapi mungkin mata kita sibuk mengamati toko di seberang jalan atau hal indah lain. Nyali kita terlampau ciut untuk sekedar menatapnya. Lagi, ketika kamu berkesempatan travel ke suatu kampung yang rapat, rumahnya saling berhadapan dan sempit, masih bisa begitu saja melewati tanpa permisi sekedar senyum secuil pun. Inikah kita? individu yang katanya mengumbar rasa cinta setiap malam Minggu tetapi lupa apa sesungguhnya berbagi cinta itu.

Jika mau diteliti, cinta boleh jadi banyak dimensi. Cinta itu banyak versi. Juga banyak koalisi (loh, kalau yang ini cinta di tetangga sebelah hahaha). Jangan terlalu percaya dengan sinetron yang memaprkan mobil dan motor mewah untuk sekedar menggaet cewek atau cowok, asli itu gombal sekaleeee! Parahnya asupan “gizi” seperti lulus sensor dan bisa beratur-ratus episode. Menyedihkan jika produser sama-sama rela menyaksikan 10-15 tahun ke depan bangsa ini melahirkan generas-generasi yang cemen dan terlampau melankolis, padahal PR negara sudah seabrek untuk dibereskan. Astagfirulloh 😦

Rasa cinta itu mustinya dimanifestasikan dengan beragam aktifitas positif yang mendukung perkembangan maju suatu bangsa. Ciptakan komunitas seni, teknologi, riset, dongeng rakyat, warisan pusaka, musik tanah air, atau baca buku. Jika masih ada dalih bahwa daerah sana kekurangan buku, daerah sana kekurangan akses, ya selesaikan. Tidak ada waktu lagi bagi kita tidak mengadakan kerjasama. Herannya, tidak jarang anak muda bergabung dalam suatu komunitas hanya untuk mencari jaringan demi kepentingan pribadinya. Menyedihkan karena tidak tampak dedikasi yang diberikan untuk membangun komunitasnya sendiri. Setelah manis sepah dibuang. Tetapi saya pun sangat mengapresiasi adanya kawan yang tertatih-tatih wira-wiri mengurusi ini itu demi melihat senyum anak usia 6-7 tahun belajar membaca. Melewati medan terjal untuk mengirimkan beberapa boks buku. Tetapi semua itu seimbang, kawan. Biarkan hal positif negatif tersebut jadi “kemeriahan” sendiri membangun negeri. Orang tidak bisa serta merta menjadi suci, pun setiap orang tidaklah sempurna. Hanya satu prinsipnya, bagaimana setiap individu jujur terhadap dedikasi. Akan sangat menunjukkan siapa dirinya yang sejati.

Rasa cinta juga bisa didedikasikan dengan menulis. Sekecil apapun dampaknya, jika niat terbaiknya adalah untuk memberikan tetes inspirasi, Tuhan tidak diam. Banyak hal dapat diperoleh melalui kegiatan menulis dan membaca. Sejelek apapun tulisan itu (bukan isinya ya hahaha). Ini terlihat sederhana, tetapi nyatanya saya juga dulu memulainya harus dengan senang hati. “Everything starts from your heart”  menurut saya begitu. Sekali kutip 2000 perak ye hahaha LOL !!!

Ada lagi cara menyampaikan cinta dengan lebih sustainable ( haha, boleh dong pake istilah ilmiah ini, menyongsong masa akhir MDGs jugak wkkk). Apa itu? dengan menciptakan inovasi sosial, teknologi, atau apapun yang kamu minati. Desain grafiskah, desain minimaliskah, desain kaos tentang Indonesia kah. Banyak hal. Jumlah pemuda Indonesia di ASEAN paling besar loh haha. Ingat definisi pemuda sekarang menjadi orang yang berusia 16-35 tahun, kawan. Walaupun usiamu di atas itu, jiwa muda masih ada kan? nah itu oke juga untuk mendedikasikan diri pada negeri. Jangan ada kata ngeri atau iri hehehe. 

Semoga tulisan ini bisa sampai ke relung hati pembaca budiman sekalian ( nah ini bahasa era 90-an tampaknya hahaha). Tinggalkan pesan jika berkenan. May you always be blessed guys! Viva! dan SE MA NGAT!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s