Mata Kuliah Pengembangan Masyarakat

Kelas Fast Track MPKD, Selasa, 23 Oktober 2012

Keadilan, perdebatan mengenai kemiskinan. Dalam masalah ini ada tiga jenis keadilan yaitu proporsional, distribusi, dan

1. Proportional Justice

Hal menarik yang saat ini juga masih dikaji di USA.  Siapa yang mengerjakan dan bekerja keras, sudah secara logis memilikki proporsi lebih. Ini juga merupakan bagian natural naluri manusia.

2. Distributional Justice

Bagaimana prosedur mampu menyampaikan hal-hal krusial pada publik. Misalnya orientasi pemenuhan kebutuhan utama. Misalnya pembagian beras (pada skala yang sangat mikro)

3. Prosedural Justice

Kesempatan pekerjaan yang tepat sehingga setiap pekerja memiliki kesempatan memenuhi kebutuhannya kelak.

Dalam isu-isu kemiskinan dan kerentanana, jenis-jenis permodalan (capital) juga bisa sering dikaji. Hal ini penting dalam menciptakan perencanaan pembangunan.

Poin-poin yang kembali didiskusikan

  • LACK OF ACCESS
  • TYPE OF POVERTY (dimensi-dimensi kemiskinan)
  • OPPORTUNITY
  • POVERTY LINE

Ada bagian dimana poin penjelasan mengenai kepentingan informasi amatlah penting dalam pembangunan wilayah. Misalnya adalah contoh unik dari daerah Dieng, Wonosobo. Penggunaan burung dara dalam masanya sebagai alat informasi. Pentingnya mengetahui kevalidan informasi juga diperlukan. Hal sederhana bisa menyebabkan orang yang sudah miskin makin miskin. Kasus ketika masa Orde Baru yang didomplengi sebagai argumen, namun berlebihan dipakai oleh tengkulak barang bekas (recycle). Ukuran dalam kalori pun sebenarnya tidak cukup menjawab definisi orang miskin itu seperti apa.

Diskusi bergerak pada definisi mengenai apa itu kemiskinan pada daerah pedesaan:

1. Miskin: pengeluaran keluarga < 320 kg/orang/ tahun

2. Miskin sekali: pengeluaran <240 kg/orang/ tahun

3. Paling miskin : pengeluaran keluarga < 180 kg/orang/ tahun

Kemudian untuk daerah perkotaan:

1. Miskin : pengeluaran keluarga < 480 kg/orang/tahun

2. Miskin sekali : pengeluaran keluarga < 350 kg/orang/tahun

3. Paling miskin : pengeluaran keluarga < 270 kg/ orang/ tahun

Kemiskinana dapat juga dilihat dari aspek ekonomi sebagai kesenjangan antara daya beli terhadap harga kebutuhan. Hal yang ti dak dapat dinisbikan adalah bahwa kemiskinan di tiap komunitas atau batas daerah bisa berbeda. Oscarlus adalah tokoh yang perlu diingat juga dalam kajian kemiskinan. Bahkan teori mengenai kemiskinan dalam kacamata liberal adalah disebebkan karena ketidakmampuan kemampuan manajerial. Hal yang perlu dicermati adalah bagaimana teori liberal itu dapat berjalan di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s