Hikmah Membaca QS Al Waqi’ah

Hikmah Membaca QS Al Waqi’ah

 

Saya tidak ingat kapan nasehat itu saya dapat. Tentang kebaikan membaca QS Al Waqi’ah. Hal yang saya ingat adalah saat itu saat lebaran dan seperti biasa, silaturahmi antar tetangga dilakukan. Saat itu malam, obrolan khas di daerahku saat lebaran adalah soal kondisi sanak saudara dan perkembangan mengaji tiap anak. Tetanggaku, yang kuingat saat itu sudah lama pulang dari haji. Hal yang sang ibu sampaikan adalah bahwa membaca QS Al Waqi’ah sangat membuka pikiran kita untuk senantiasa berpikir jernih. Dari berpikir jernih itulah nantinya rezeki akan mudah datang. Tidak lupa kalimat yang disampaikan adalah InsyaAllah.

Sederhana sekali, langsung kucoba saja. Terhitung saat itu nasehat itu begitu mudahnya kujalani. Maghrib adalah masa yang selalu dinanti untukku mempraktekkan ilmu itu. Hehe, walaupun junior, memang rasa ingin tahu harus dikembangkan bukan. Terlebih itu adalah nasehat berdasarkan pengalaman orang. Lagipula, tidak ada satu ayat pun yang patut diragukan kesempurnaannya dalam Al-Qur’an.

Masa belajar itu tidak mengenal batas waktu. Kamu bisa mencintai pelajaranmu hingga akhir hayat. Mengorek terus apa manfaat yang kamu dapat. Apa maksud QS itu ada.  Seberapa cinta Allah pada kita dengan QS itu. Tulisan ini sekaligus ingin menyebarkan virus-virus untuk kita senang membaca terjemahan QS pula. Tidak masalah seberapaun pendeknya, seberapun jarangnya, bukalah, bacalah. Waktu akan membantu menyempurnakan niat baik itu.

Sejak SD, rasa penasaran kadang membawa saya memasuki masa yang dianggap kurang wajar oleh sebagian teman. Misalnya, bagaimana bisa seorang anak SD kelas 4 menanyakan bagaimana bumi tercipta dan mengapa harus berputar. Apakah pesawat ulang-alik yang disebut pernah ke Bulan menggunakan bensin atau solar? Apa pesawat itu menggunakan oli juga seperti sepeda milikku? Hahaha, tetapi itu lambat laun menjadi lelucon ketika boleh jadi guru mengaji atau teman SD bertemu. Kadang seputar AL Qur’an yang selalu diingat guru mengajiku dulu adalah pertanyaan mengapa Al ‘Alaq QS pertama tetapi di Al-Qur’an justru ditulis Al-Fatikhah pada lembar awal. Al-Qur’am memang menarik. Menarik sekali. Semenjak SD, ada satu guru agamaku yang menarik saat mengajar. Pelajaran tidak serta merta dimulai dengan materi, tetapi tentang kemegahan Islam itu sendiri. Bagaimana pohon dengan sarang lebah yang membentuk lafadz Allah, batu terbang, semua itu beliau tunjukkan lewat foto ( dijamannya masih ada tulisan kertas foto K*dak wkkkk).

Kembali ke QS Al Waqi’ah. Kesenangan ini terus berlanjut hingga kini. Alhamdulillah setiap ada ujian (baca: ujian hidup hehe), ada saja jalan melapangkan segala urusan. Ada saja cara jitu dan seringkali tidak mudah dinalar umum untuk diselesaikan. Misalnya bagaimana ketika saya pernah beberapa semester terlambat membayar SPP/BOP, hahaha. What a life. Allah memberikan segalanya tepat waktu. Kita boleh jadi merasakan tanda-tanda awal, tetapi boleh jadi kurang menghiraukannya secara seksama. Tetapi lambat laun kitalah yang menjalani hidup, kita merasakan apa yang mungkin muncul atau akibat dari sesuatu yang kita kerjakan sekarang (tapi saya pernah euyyy tidak sadar dikerjain orang waktu ulang tahun wkkkk, habislah sayaaaa wkkk). Kandungan QS ini ternyata soal pesan-pesan akan datangnya hari kiamat. Tentang golongan-golongan manusia kelak di hari akhir. Bagaimana 3 golongan itu dan siapa saja golongan yang beruntung. Bersyukurlah bagi siapa orang yang menjadi golongan kanan dan golongan orang yang terdahulu beriman. Allah Maha Tahu tentang hal ini. Golongan yang berbahagia disebutkan sebagai golongan kanan. Golongan yang dijamin akan segala sesuatunya kelak. Tetapi poin terpenting yang menurut saya perlu terus dimasukkan dalam hati adalah tentang bagaimana Allah mengingatkan kita untuk selalu berpengetahuan dalam mensyukuri nikmat Allah. Ayat 70-74 mengungkap bagaimana kita harus bersyukur ketika mengetahui alam tercipta dengan begitu megahnya. Sesuatu yang asin. Api yang panas. Kayu yang kita ketahui saat ini. Bagaimana api mampu menjadi alat bantu musafir di padang pasir. Boleh jadi itulah yang menginspirasi cendekiawan dahulu di era keemasan tentang lensa mata. Apakah mata yang memancarkan api atau mata yang bekerja menangkap cahaya. Dalam tulisan MIZAN dalam Islam For Beginner juga dituangkan bahwa inspirasi Al Qur’an adalah inspirasi dunia dan akhirat. Siapa mendekat dia selamat. MIZAN menuliskan banyak kajian mengenai alam, eter, partikel, atmosfer, pelangi, dll juga tidak luput dari kajian terhadap QS Al Waqi’ah dan QS Yunus ( ini salah satu QS favorit saya juga mengenai alam semesta, kosmos). Jadi, saya betul-betul bersyukur atas nasehat membaca QS Al Waqi’ah itu. Benar juga, saya pernah membaca pesan bijak. Seorang kakek mengibaratkan membaca Al Qur’an itu seperti anak kecil yang mengambil air dengan ember. Si anak tidak mengetahui bahwa terdapat banyak lumut di dalamnya. Sang kakek menyuruh si anak terus mengambil air dengan ember itu. Si anak hanya dapat menggerutu mengapa selalu ember itu yang diapakai. Lambat laun si anak baru menyadari bahwa ember sudah berubah warna. Ember sudah semakin bersih. Seperti itulah hati orang yang senang membaca Al Qu’ran. Bersih walaupun kita pada awalnya tidak mengetahui maksud bacaan yang dibaca.  Ngomong-ngomong, ini hanya cerita pengalaman. Saya yakin masih banyak inspirasi di dapat dari kawan-kawan sekalian. Cintailah kebaikan sampai hikmah itu dirasakan dan kita tahu apa hikmah dari kebaikan itu.  Tulisan ke depan masih soal hikmah QS. Saya akan coba tulis soal QS Yaasiin, QS Ar Rahman, dan QS As Sajadah. Hehehe, bukan apa-apa, kebetulan itu adalah QS favorit saja. You guys who wants to share also can be. Just tag your post to my Timeline or blog link it’s okay. Enjoy J

 

+++Emmy YR+++

Rabu, 17 Oktober 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s