T.H.I.R.S.T.Y B.R.A.I.N (Otak yang Haus#1)

Tidak hanya otak saja yang haus, tetapi juga otak. Banyak sekali perubahan dalam hitungan detik yang kini bisa diketahui dengan cepat, bahkan sangat cepat. Terimakasih pada penemuan nanoteknologi. Terimakasih kepada penemuan serat optik. Internet. Tapi kemudian muncul tuntutan kecepatan pengetahuan pula yang musti dimiliki publik, terutama anak muda. Kebiasaan membaca belum menjadi kebiasaan dasar. Ketika melihat banyak ulasan soal Jepang, setiap orang disana menggunakan waktu menuggu dengan membaca, bahkan dalam antrian sekalipun.

Nah, saya ingin memprovokasi kawan-kawan pembaca untuk juga membudayakan membaca. Sejak sekolah dasar, kebiasaaan membaca dan menulis diary memang jadi senjata ampuh untuk menambah pengetahuan hehe. Sejak saya kuliah pun kebiasaan itu tidak putus haha, walaupun diary sekarang sudah banyak digantikan fungsinya dengan blog dan media sosial.

Bagaimana kalau coba menaiki transportasi umum sambil membaca apapun yang menarik saat itu. Saya biasa membaca buku motivasi ketika dalam bus perjalanan ke kampus. Atau buku-buku mini yang bisa dibeli murah saat weekend di Grame##a atau toko buku lain. Saya juga lebih suka sebenarnya membeli buku unik via online “just in case” the book is really makes me want it haha. Beberapa buku kadang sudah dibeli dan belum sempat terbaca, tidak apa-apa, setidaknay niat baik itu sudah dicatat dengan baik pula 🙂

Otak juga akan selalu haus dengan informasi karen fitrah manusia memang selalu ingin tahu, berarapu skalanya. Kita sering bertanya mengapa tubuh ini bisa bernafas dengan mudah? mengapa banyak anak jalanan masih saja betah hidup di jalan tanpa orang peduli? banyak orang peduli anak jalanan tetapi apakah memberi menjadi bagian terbaik untuknya? mengapa suasana politik negeri kembang kempis? apa yang akan kulakukan di kemudian hari untuk menjadi penyelesai masalah? semua berasal dari hal kecil dan kebiasaan yang baik 🙂

Cobalah ini, sebelum tidur, bacalah buku kesayangan atau motivasi dan relijius sekitar 30-40 menit atau lebih juga oke. Jangan baca yang seram-seram apalagi novel yang mengajak kamu menagis saat akan tidur hehe, tidur kan harus dibarengi perasaan rileks. Kalau sudah terbiasa membaca sebelum tidur, cobalah dnegan kebiasaan lain dalam membaca, kapanpun saat menanti antrian. Saya pernah menanti mencetak kartu nama dan poster di sekitaran Jln. Kaliurang dan itu lama sekali. Oke, tidak ada hal lain yang membuatnya efektirf, kegiatan lain sudah usai dikerjakan, ya hitung-hitung relaksasi juga saya ambil posisi duduk santai menunggu dengan membaca saat itu 200 halaman soal ‘creative mind’; ala Jonah Lehrer,. Tanpa terasa saya masuk dalam, lebih dalam pada hipnotis buku (oops, ini bukan pertunjukan hipnotis, saya lupa hahahahaha). And that was end up!!! Kriinggg, bahan cetakan selesai, membaca pun dapat, pus saya dapat banyak ide yang langsung bisa dipraktekkan setelahnya. Pernah Ibu saya protes karena rak buku saya ternyata sudah terlalu sempit menyimpan bacaan, and the result was finding new book-cupboard hahaha. Saving money is need to buy books, but never excuse yourself not liking reading. E-book sudah menyebar merajalela (haha, emang hama!). Download sepuasnya dan sediakan satu bagian khusus di kompi menyimpan cadangan mortir bacaanmu. Like what I have done in my computer, I gived the name “GENIOUS LIBRARY”. So, what are you waiting for? Let’s read!! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s