REVIEW MP3EI (MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA)

*)Jangan lupa cantumkan sumber Anda mengopy resume ini. Semoga bermanfaat. Silahkan tinggalkan pesan, komentar, atau ktitik 

REVIEW MP3EI

(MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA)

 

 

Oleh

Emmy Yuniarti Rusadi

08/269141/TK/34290

Program Fasttrack Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Fakultas Teknik

Universitas Gadjah Mada

2011

  1. A.    Semangat MP3EI

Adanya semangat breaktrough (terobosan) dalam meningkatkan nilai tambah di sektor ekonomi. Dokumen MP3EI dijadikan komplementer terhadap RPJM Nasional maupun Daerah, bukan pengganti. Terdapat 8 program utama, 22 kegiatan utama, dan 6 koridor utama dalam pelaksanaan MP3EI. Secara ummum diberikan garis bawah bahwa semangat MP3EI adalah melakukan Not Bussiness as Usual.

 

  1. B.     BAB 1 Indonesia Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur
    1. 1.      Pendahuluan

Menyatakan perkembangan Indonesia yang awalnnya berbasis pertanian tradisional menjadi negara dengan proporsi industri manufaktur dan jasa yang lebih besar. Indonesia dinatakan memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 0,39 ke 0,60 pada periode 1980 dan 2010.

  1. 2.      Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Undang-Undang No.17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 untuk ewujudkan masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur. Gambaran pendapatan Indonesia tahun 2025 dengan P3EI (Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) adalah USD 14.250- USD 15.000 (pendapatan per kapita) dengan nilai total perekonomian (PDB) antara 4,0-4,5 Triliun.  Akan diupayakan penurunan inflasi sebesar 6,5 persen pada periode 2011-2014 menjadi 3,0 persen pada 2025. Terdapat 3 (tiga) misi yang menjadi fokus utama untuk mencapai visi P3EI:

  1. Peningakatan nilai tambha dan perluasan rantai nilai proses produksi serta industri
  2. Terwujudnya peningakatn efisiensi produski dan pemasaran serta integrasi pasar domestik
  3. Penguatan sistem inovasi nasional di sisi produksi, proses, maupun pemasaran untuk penguatan daya saing global yang berkelanjutan.
  4. 3.      Posisi Indonesia Dalam Dinamika Regional dan Global
    1. Indonesia termasuk dalam Kawasan pusat gravitasi ekonomi Kawasan Timur Asia (berpenduduk sekitar 50 persen dari penduduk dunia)
    2. Terlibat dalam transaksi South to South termasuk India-China-Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekspor negara mencapai 54 persen.
    3. Indonesia terlibat dalam komunitas ekonomi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang mengharuskan terjadinya peningkatan manfaat integrasi ekonomi tersebut.
  5. Potensi dan Tantangan Indonesia
    1. Indonesia berpenduduk terbesar keempat di dunia
    2. Indonesia kaya hasil tambang dan sumber daya alam bernilai tambah tinggi, misalnya eksportir terbesar kedua di dunia
    3. c.       Letak geografis yang strategis,memiliki 64 wilayah perairan LME (Large Marine Ecosystem) dengan potensi perikanan yang tinggi dan kesuburan yang baik.
    4. d.      Konektifitas perhubungan antar benua tinggi

  1. Percepatan Transformasi Ekonomi melalui Not Business As Usual

Prinsip pelaksanaannya didasarkan pada pola kerjasama PPP (Public-Private Partnership)

  1. C.    BAB 2 Prinsip Dasar, Prasyarat Keberhasilan, dan Strategi Utama MP3EI

Agar MP3EI berjalan baik, ada elemen yang disinergikan berjalan antara lain:

  1. Birokrasi
  2. Perpajakan
  3. Sistem transportasi
  4. Jaminan sosial dan penanggulangan kemiskinan

Pada bab ini disebutkan adanya sistem koridor ekonomi Indonesia yang diarahkan dalam 5 aspek berupa pengarahan pada pembangunan  yang menekankan pada peningkatan produktivitas dan nilai tabah pengelolaan sumber daya alam, pembangunan ekonomi yang beragam dan inklusif, pembangunan sektoral untuk keunggulan komparatif, konektivitas yang terintegrasi melalui transportasi, insentif fiskal dan non-fiskal.

Pentingnya melakukan konektivitas ASEAN yang terangkum dalam 3 komponen yaotu Konektivitias Fisik, Konektivitas Kelembagaan, dan Konektivitas Sosial Budaya.

Mengungkap bagaimana untuk mencapai keberhasilan penerapan koridor-koridor ekonomi, diperlukan reformasi paradigma IPTEK secara tendensius untuk keperluan industri. Pada bab ini dijelaskan bahwa PUSPIPTEK akan diubah menjadi pusat riset sainsa dan teknologi dengan inovasi yang harus sesuai minat industri. Dana riset dan pengembangn akan digelontorkan 1% dari GNP Indonesia setiap periode.

  1. D.    BAB 3 Koridor Ekonomi Indonesia

Koridor ekonomi secara sederhana berarti klasifikasi wilayah atau regional dengan kekhasan dan potensi ekonomi apa yang dapat dikembangkan. Terdapat 6 koridor ekonomi sebagai berikut:

  1. Koridor  Ekonomi Sumatera sebagai “ Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”
  2. Koridor Ekonomi Jawa sebagai “ Pendorong Industri dan Jasa Nasional”
  3. Koridor Ekonomi Kalimantan sebagai “ Pusat Prdoduksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional”
  4. Koridor Ekonomi Sulawesi sebagai “ Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas dan Pertambangan Nasional”
  5. Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara sebagai “Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional”
  6. Koridor Ekonomi Papua sebagai “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi, dan Pertambangan Nasional”

Terdapat 8 program utama dalam pengembangn MP3EI :

  1. Pertanian
  2. Pertambangan
  3. Energi
  4. Industri
  5. Kelautan
  6. Pariwisata
  7. Telematika
  8. Pengembangan Kawasan Strategis

Penjelasan dalam bab ini sangat rinci bagaimana hitungan pembiaayaan dan berapa persen laju investasi yang diharapkan mulai dari infrastruktur dll dalam pelaksanaan MP3EI. Bagan yang rinci menunjukkan berapa investasi yang diperlukan dalam rentang 2011-2014 dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas nasional.

 

  1. E.     BAB 4

Fase 1 : Implementasi quick wins

Persiapan dengan pembentukan lembaga-lembaga kerja dan pengoperasian insitusi terkait. Penting dikawal pelaksanaannya karena siapa aktor-aktor pembangunan di dalamnya mempengaruhi kinerja MP3EI. Proses ekonomi industrialisasi di Indonesia masih belum matang, terutama perpajakn yang rawan tindak korupsi. Proses MP3EI akan sukses jika korupsi dalam setiap lini berhenti.

Fase 2: Memperkuat basis ekonomi dan investasi

Hal paling vital adalah pada pemikiran dan inovasi. Pembangunan infrastruktur tidak akan bernilai jika inovasi tidak berjalan. Hanya disayangkan, riset dan inovasi dilakukan untuk orientasi ekonomi jangka panjang. Riskan, jika SDM hanya dikuasai oleh komponen-komponen pelaksana MP3EI yang boleh jadi terjebak dalam fase-fase sebagai perilaku jangka pendek.

Fase 3: Melaksanakan pertumbuhan berkelanjutan

Bagian semacam “maintenance” setelah semua perkembangan “settle” dilakukan.

Hal yang menjadi pertanyaan pada bab ini adalah beberapa yang boleh jadi terintegrasi antar bidang sebagai berikut 1):

  1. Akankah aman jika pajak yang dikenakan dalam pelaksanaan MP3EI bersifat lebih longgar mengingat semangat perdagangan bebas yang bertepatan dilaksanakan Indonesia dalam desain ACFTA ?
  2. Revisi-revisi undang-undang dan peraturan menteri terkait tata guna lahan kurang disinggung, padahal undang-undang dan aturan itulah nantinya yang turut menentukan dimana infrastruktur dibangun, bagaimana metode pembebasan lahan yang boleh jadi akan meniru pola China untuk daerah industri, kemudian bagaiman undang-undang menjelaskan ada tidaknya tumpang tindih program MP3EI terhadap misalnya Batam kawasan ekonomi khusus dan daerak ekonomi khusus lainnya. Ataukah MP3EI memang merupakan manifestasi kawasan ekonomi khusus ala Indonesia?
  3. Bahkan Indonesia tidak menyampaikan latar belakang (dasar bab-bab inti) contoh negara mana yang menginspirasi Indonesia menerapkan MP3EI. Apakah MP3EI merupakan proyek jangka panjang untuk formalisasi keterlibatan kita dalam ACFTA, keketuaan dalam komunitas ASEAN, atau kerjasama regional tipe modern bersama negara-negara dunia pertama?

  1. F.     KORIDOR EKONOMI SUMATERA : “ Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional”

Bagian kritis yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut 2):

  1. Degradasi lahan yang akan terjadi akibat pemusatan sektor perkebunan kelapa sawit dan industri besi baja apakah sudah masuk dalam hitungan investasi atau tidak.
  2. 1)       Opini penulis yang dijadikan bahan penulisan dalam karya lain Call For Papers “ASEAN International Student Environmental Conference 2012” by University of  Mulawarwan, Kalimantan (Borneo)

    2)       idem

     

    Permintaan kelapa sawit dunia diproduksi oleh Indonesia, namun apakah efek berganda akan betul-betul dirasakan oleh masyarakat lokal. Kasus dan wacana seputar Mesuji menjadi pukulan keras jika MP3EI berlangsung, hak guna lahan harus di tegakkan, sebagaimana instrumen persiapan dan operasionalisasi MP3EI dijelaskan pada bab-bab sebelumnya.

  1. Terdapat penjelasan bahwa 42 persen petani kecil memiliki perkebunan kelapa sawit, mengapa dokumen ini tidak menjelaskan pula kondisi eksisting berapa perusahaan nasional amupun asing yang beroperasi. Dokumen nasional ini masih menganut paradigma kiasan penunjukkan kaum mengeah ke bawah sebagai topik, namun kurang seimbang dengan penjelasan korporasinya.

  1. G.    KORIDOR EKONOMI JAWA : “ Pendorong Industri dan Jasa Nasional”

Bagian kritis yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut 3):

  1. Beban aktifitas ruang di Pulau Jawa sudah mendominasi dibanding di pulau-pulau lain di Indonesia. Apakah pemusatan koridor ini akan bertumpu lagi di Jakarta dan sekitarnya? Dimulai dari kota-kota ini lagi? Jika begitu, MP3EI tidak akan bekerja sesuai tujuan yang diungkapkan. Dokumen MP3EI belum menyatakan stategi pemulaian dari daerah mana. Namun, melihat gejala ekonomi Jakarta dan sekitarnya yang masihmendominasi urusan tersier dan finansial, tentunya akan terus dipikirkan
  2. Pemunculan ide insentif bagi pelaku usaha berteknologi tinggi dan bahan bakar masa depan menjadi ide baik untuk diterapkan. Hal ini boleh jadi sedikit berbenturan dengan tujuan peningkatan ekspor peralatan transportasi di koridor ekonomi Jawa. Semakin banyak pesanan ekspor dipenuhi sama dengan penambahan jumlah kendaraan bermotor, padahal Indonesia masih menjadi negara konsumen otomotif terbesar di ASEAN. Perlu koreksi kebijakan untuk sektor riil.

 

  1. H.    KORIDOR EKONOMI BALI-NUSA TENGGARA : “Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional”

Bagian kritis yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut 4):

  1. Penentuan tema pembangunan yang tepat, asala kesenjangan antara Bali dan Nusa Tenggara dapat dijadikan prioritas.
  2. Jika MP3EI berhasil membentuk ikon di koridor ekonomi ini, keberhasilan ekonomi berbasis kelokalan akan menjadi daya tarik bagus bagi Indonesia di mata internasional. Infrstruktur di Nusa Tenggara boleh jadi tidak memerlukan infrastruktur seperti di Bali. Semakin banyak lahan terbangun di Nusa Tenggara, justru mengurangi minat wisata. Infrstruktur transportasi antar pulau dan mobilitas saja yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

 

  1. I.       KORIDOR EKONOMI  KALIMANTAN : “ Pusat Prdoduksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional”

Bagian kritis yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut 5):

  1. Pekerjaan tersulit di koridor ekonomi ini adalah kesenjangannya terhadap oulau-pulau lain di Indonesia, terutama Jawa dan Sumatera. Kalimantan harus memiliki konsep pemulihan lingkungan pertambangan energi dalam skema besar MP3EI. Namun hal yang dibahas dalam dokumen masih terus berkutat pada investasi makro, tanpa ada keterangan apa kendala lingkungan yang berarti, terjadi.
  2. Menurut analisis DEN 2010 (Dewan Energi Nasional) bahwa cadangan minyak bumi Indonesia akan habis pada sekitar tahun 2020. Dokumen MP3EI justru ingin menggiatkan eksplorasi minyak bumi Indonesia, apakah ini kesepakatan yang baik bagi Indonesia?

 

  1. J.      KORIDOR EKONOMI SULAWESI : “ Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas dan Pertambangan Nasional”

Bagian kritis yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut 6):

  1. Hampir sama dengan koridor ekonomi Kalimantan yang memiliki potensi dalam migas dan pertambangan, masalah kesenjangan memang menjadi prioritas sesuai dokumen MP3EI jelaskan.
  2. Investasi bidang pertanian jagung memang akan digalakkan, mengingat konsumsi produk pertanian tersebut minim di dalam negeri. Hal yang tidak boleh dilupakan ketika orientasi ekspor selalu menjadi nomor satu.

 

  1. K.    KORIDOR EKONOMI PAPUA : “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi, dan Pertambangan Nasional”

Bagian kritis yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut 7):

  1. Dapat dikatakan koridoe ekonomi yang paling kompleks untuk benar-benar bersaing dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Tetapi mobilitas dan migrasi penduduk dari pulau lain dapat menciptakan keseimbangan kemampuan SDM dan teknologi.
  2. Pengarahan sebagai pusat lingkungan Indonesia dapat menjadi alternatif ide. Pangan lokal yang khas, dan jangan padi. Maluku dapat menjadi bagian koridor dengan ikon perikanannya, sementara Papua mampu menjadi pusat pengembangan teknologi pertambangan kelas internasional. Prestasi besar jika MP3EI mampu memicu perkembangan SDM dengan mengirimkan banyak penduduknya bersekolah ke pulau-pulau lian di Indonesia, terutama Jawa. MP3EI seharusnya dapat juga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dari basis ekonominya.

3) idem

4) idem

5) idem

6) idem

7) idem

Advertisements

One thought on “REVIEW MP3EI (MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s