LAND CONSOLIDATION AND LAND BUDGETING UNTUK MENCAPAI RUANG TERBUKA HIJAU SESUAI UU PENATAAN RUANG (UU NO.26 TAHUN 2007)

*)ini artikel yang pernah saya masukkan ke Republika. Walau gagal dimuat, ada baiknya saya share di blog saya. Kritik dan saran selalu dinanti šŸ™‚

LAND CONSOLIDATION AND LAND BUDGETING UNTUK MENCAPAI RUANG TERBUKA HIJAU SESUAI UU PENATAAN RUANG (UU NO.26 TAHUN 2007)

Oleh;

Emmy Yuniarti Rusadi

Urban and Regional Planning Study Programme (S1)&Fasttrack Programme of Master Program on City and Regional Planning (Beasiswa FASTTRACK SEAMOLEC 2011-2013) (S2), Universitas Gadjah Mada

Undang-Undang Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007 Pasal 29 Ayat 2 dan 3 mengisyaratkan kewajiban terpenuhinya proporsi ruang terbuka hijau privat kota paling sedikit 30% dari luas wilayah kota danĀ  20% untuk ruang terbuka hijau publik. Walaupun hingga kini dipertanyakan dasar pertimbangan mengapa harus 30% untuk RTH privat dan 20% RTH publik,mengacu pada nilai positif adanya RTH, antara lain sebagai peredam kebisingan, pengurangan polusi karbon (terutama dari kendaraan bermotor), serta fungsi termal kawasan (misalnya penurunan suhu kawasan pada siang hari dibandingkan jika tidak terdapat RTH), angka itu merupakan langkah baik untuk tetap mengadakan ruang hijau. Ā Keberhasilan Singapura memiliki rencana detail tata ruang yang disosialisasikan dengan baik melalui lembaganya bernama URA (Urban Redevelopment Authority) dapat dijadikan salah satu inspirasi. Keberhasilan mereka karena sistem regulasi yang jelas akan kepemilikan dan komposisi fungsi lahan pada suatu kawasan. Hanya saja, Indonesia tidak bisa serta merta menirunya mentah karena ada jurang perbedaan yang sangat jelas soal kepemilikan lahan. Lahan-lahan di negara maju Asia memiliki komposisi kepemilikan antara pemerintah dan privat yang sehat, rata-rata lahan pemerintah lebih banyak. Sementara Indonesia sejak pemerintahan Belanda sudah mengalami apa yang dinamakan land fragmentation, yaitu ā€˜pemotonganā€™ lahan-lahan strategis agar perkembangan tidak menyebar, contohnya kawasan dekat sungai di Jakarta yang akhirnya turut membentuk pusat-pusat permukiman yang sprawl (terpencar-pencar). Jika lahan yang tidak banyak dikuasai pemerintah dan gejala fragmentasi ini terus terjadi, maka siasat pemerintah untuk membangun RTH yang dapat dilakukan adalah konsolidasi lahan dan inisiatif membeli lahan warganya. Hal seperti ini sudah dilakukan pada kampung-kampung di Kota Yogyakarta pada masa walikota H. Herry Zudianto. Kampung GambiranĀ  misalnya, lahan sekitar 500 x 10 meter tepi sungai kota diberikan untuk dikelola oleh warga yang sebenarnya menurut sejarah ilegal untuk tinggal. Terdapat 4-6 KK yang bertanggungjawab terhadap lahan itu, namun upaya ini berlanjut dengan kerjasama WALHI Kota Yogyakarta dan BLH Kota Yogyakarta melalui kegiatan PROKASIH (program kali bersih), IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) lokal, pembangunan taman hijau, serta penanaman bambu, pohon buah, dan trembesi. Ternyata konsolidasi lahan dan manajemen tata guna lahan seperti ini memberi dampak yang signifikan, bahkan tidak hanya secara fisik RTH itu terwujud, tetapi hal utama keberlanjutan program berlangsung karena lembaga dan publik merasa memiliki. Upaya hampir sama juga dilakukan pemkot Bojonegoro yang menciptakan taman kota dari tanah yang dulu menjadi pusat prostitusi. Ketegasan tata gunal lahan, upaya konsolidasi, dan pendanaan yang tepat untuk masalah lahan memang terbukti efektif memberikan teladan. Walau masih dalam skala mikro hingga mezo, jika terus digencarkan juga 30% RTH di Indonesia akan terwujud. Hal kecil yang dilakukan secara simultan akan menjadi besar. Hany saja istilah land budgeting ini yang belum ditemui dalam khasanah perencanaan kita, sehingga dari tulisan ini pula diharap perencana kota berani berinovasi. Tidak hanya Singapura saja yang dapat menjadi ahli tata kota Asia, tetapi Indonesia, sang ketua ASEAN saat ini.

Advertisements

One thought on “LAND CONSOLIDATION AND LAND BUDGETING UNTUK MENCAPAI RUANG TERBUKA HIJAU SESUAI UU PENATAAN RUANG (UU NO.26 TAHUN 2007)

  1. I do not even know how I ended up here, but I thought this post was good. I don’t know who you are but certainly you are going to a famous blogger if you aren’t already šŸ˜‰ Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s