Islam dan Ujian

Islam dan Ujian

oleh:

Emmy Yuniarti Rusadi

Terimakasih kepada setiap detik waktu yang menginspirasi. Kepada setiap pemikir yang terlahir. Kepada setiap nafas yang didedikasikan untuk mengantarkan langkah pada surga yang indah, kepada insan yang sedang mendekap penat setelah lelah beribadah.

Tidak pernah ada ujian paling berat kecuali ujian kepada umat. Ujian itu adalah fitnah dan pertempuran pemikiran yang tidak akan mati hingga kiamat yang Allah swt pastikan kehadiran-Nya. Islam saat ini seolah identik dengan kekerasan, keterbelakangan, kemunduran, dan fakta negatif lain. Tidak henti-hentinya poin-poin itu berganti jubah dalam tampilan lain melalui banyak media dan informasi. Tidak terasa bahwa saya sudah besar dengan usia 21 tahun dengan perbedaan zaman yang begitu cepat berjalan. Saya dapat merasakan bagaimana dahulu (sampai kini) budaya mengaji itu masih dijalankan. Bagaimana mempelajari Islam dengan beragam perspektif, tentunya untuk maksud wawasan, masih dijalankan dengan demokratif di tengah keluarga. Hingga kini media menguasai hiburan (katanya begitu), namun nyatanya tidak menghibur batiniah, kurang megajak pemirsanya bermimpi besar, kecuali beberapa media yang walaupun itu milik “seseorang” di republik ini.Islam tidak pernah menawarkan kebencian pada apapun,bahkan kepada kebathilan, dia bersifat tegas. Benci akan seperti api yang melahap kayu bakar, akan membuat pelakunya berpikir kurang jernih memandang sesuatu. Kini, terdapat gerakan Anti JIL (Jemaah Islam Liberal) yang mengundang dukungan ribuan orang untuk mengetahui apa itu JIL dan aktivitasnya di dunia. Ada banyak tokoh disebut dalam salah satu blog yang admin fanpage #IndonesiaTanpaJIL sebutkan untuk dibaca. Ya, saya membacanya, walau mungkin koreksi juga ada bagian yang kedodoran doutarakan terkait konteks tampilan-tampilan Twitter dari subjek yang dianggap JIL tersebut. Tetapi daya argumentasi yang disampiakan memang “to the point” dan inspiratif.

Indonesia adalah sasaran empuk segala pemikiran luluh lebur karena bangsa ini sangat terbuka dengan segala hal, segala wawasan. Seni provokasi  informasi disini juga sangat reaktif, sehingga hal yang bersifat sensitif mudah sekali terberai dalam ranah media. Sangat menguntungkan,karena orang dengan mudah menyimak apa yang mengancam bangsa atau sebaliknya. Tetapi fatal juga ketika kepentingan golongan menunggangi hal tersebut. Posisi Islam di Indonesia merupaka salah satu yang terbesar di dunia setelah Timur Tengah, tetapi ternyata fondasi ber-Islam kita belum mapan dengan terpaan sekulerisme, liberalisme, dan aliran lain yang menihilkan Allah, menghalalkan fitnah, dan membaurkan halal-haram yang sejatinya tegas tercantum dalam tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Ujian-ujian ini kini menimbulkan bukti adanya ketidakarifan kita sebagai muslim yang perlu dikoreksi besar-besaran sebagai berikut:

1. Berapa sering kita tersinggung dengan ekspresi emosional dan pengrusakan yang justru menurunkan derajad sebagai umat. Banyak cara dakwah yang tegas namun bijaksana menyikapi. Musuh kita memang sengaja membuatkan tungku api emosi agar kita tersulut, lalu kemudian menyebut kita tidak bermoral dengannya. Fitnah keji yang harus dihadapi dengan cara lebih baik, tetapi bukan berarti lemah!

2. Hiburan pada media televisi yang sering melupakan jam-jam sholat, waktu dimana akses anak terhadap guyonan yang tidak edukatif semakin ramai. Islam menyarankan kita diam dibanding bercakap tanpa makna. Itulah yang menjadi ujian muslim kali ini, dimana tuntutan kreafititas yang Islami dapat bersanding pada sekian banyak pemirsa yang boleh jadi melihat Islam hnya pada simbol-simbol luarnya

3. Nasib pemuda yang mulai malas untuk berbagi. Padahal Rasul mengingatkan kita pada sampaikanlah ilmu walaupun hanya satu ayat. Kesibukan akademik cenderung menjadikan pelajar-pelajar lupa bahwa belajar itu tidak ahanya di kelas, namun juga melalui tindakan berbagi pada sosial dan bidang-bidang lain sekecil-kecilnya.

4. Kepercayaan. Berkurang sudah kepercayaan warga terhadap pemimpin muslimnya. Hal ini adalah ujian umat, karena pemimpin zalim penyebab keterpurukan suatu bangsa, suatu kaum. Nau’dzubillaimindzalik!

Segalanya memang akan indah pada waktunya, demikian pula Islam. Jangan berjuang dengan gegabah, karena langkah pertama menentukan langkah selanjutnya. Mohon maaf untuk segala kesalahan. Wallahua’almbissowab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s