Fasttrack #3 (Articles and Also Miracle!!)

oleh

Emmy Yuniarti Rusadi

08/269141/TK/34290

Semua berjalan sesuai rencana-Nya. Alhamdulillah tidak ada kendala berarti. Kuliah fasstrack terus berlanjut walau sempat terjadi perubahan jadwal-jadwal dan keterangan dosen pembimbing thesis yang anatinya akan sama dengan dosen pembimbing skripsi agar alur cerita penelitian dapat lebih mudah ditangkap hehe…

Tetap akan saya rekapkan perjalanan sebelum kelas Angkatan Fasttrack ada sendiri menjadi satu kelas dengan sebelas orang di dalamnya. I hope this class is a genious class ever :D!!!

  1. Teori Pembangunan (Sabtu, 1 Oktober 2011@M2 MPKD

             Bersama Prof. Yeremias T. Keban,S.U, MURP

Apa itu pembangunan?

Pembangunan secara singkat adalah perubahan menuju hal yang lebih baik. Hal ini berbeda dengan kata ‘perubahan’. Perubahan bermakna sesuatu perlihan kondisi dari baik ke lebih baik, atau sebaliknya. Pembangunan memiliki arti yang lebih tegas.

Belajar bersama beliau yang seorang penasehat langsung Ibu BAPPENAS,Ibu Armida Alisjahbana memang membumi. Tidak terlalu banyak teori yang disampaikan, namun setiap presentasi oleh Angkatan 40 MPKD ditanggapi dengan konektifitas dengan realita. Papua menjadi sorotan tajam ketika banyak investasi digulirkan, namun kemajuan belum berarti. Tentu, karena kelemahan kita selama ini adalah tidak memperhatikan bahwa Jawa berbeda dengan Papua. Cara pandang pembangunan di Papua jangan disamakan dengan cara pandang di Jawa.

Inti dari pembanggunan adalah penyediaan pelayanan yang cukup. Berdasarkan Teori Maslow (namun sebenarnya saya tidak percaya terus-menerus dengan model teori yang boleh jadi hampir kuno ini, karena dunia sangat dinamis, dan saya percaya pada kedinamisan itu), beberapa tipe atau tingkat kebutuhan manusia ada 5 :

1. Fisiologis/dasar

2. Rasa aman

3.Mencinta dan dicintai

4. Kebutuhan untuk dihargai

5. Kebutuhan akan aktualisasi diri

Hal yang perlu diingat, kebutuhan berbeda dengan keinginan. Cakupan pembangunan mengenal kebutuhan yang perlu dipenuhi, tidak semua keinginan. Nah, dalam pembangunan, terdapat cakupan yang mudah dipahami sebagai konsep DPING, BEING, and RELATIG (aktifitas, situasi dimana tinggal, dan relasi). Poin RELATING ditambahkan karena komunikasi dengan pemangku kebijakan adalah mutlak dilakukan dewasa ini. Dalam kutipan bebas, Amartya Sen, seorang tokoh sosial mengatakan bahwa manusia memiliki akses supaya hidupnya terjamin.

Selebihnya kuliah terus diisi dengan beberapa diskusi mengenai standar-standar pembangunan yang sekarang sudah mulia mengenal Human Development Index (HDI) yang juga mengukut tingkat melek huruf dll. Suatu saat saya juga tertarik menuliskannya untuk temna-teman pembaca.

Hal yang pasti terjadi saat kuliah adalah saya tidak suka melulu percaya dengan kupasan diskusi kelas. Saya terus menulis pertanyaan tentang hal-hal yang berubah, karena teori tidak stagnan. Apakah kegunaan teori pembangunan dan hal lain yang terlintas.

Kuliah berlanjut hingga masa mambaca teori pembangunan berlanjut. KIni terdapat beberapa artikel yang perlu dikaji berjudul ‘Developmentalisme’

2. Teori Keruangan (Senin, 3 Oktober 2011) bersama Prof.Soejoso

Beliau merupakan professor dari bidang Geografi yang sudah sangat sepuh, sehingga begitu banyaknya hal diluar kepala beliau sampaikan. Great! Hal yang pernah disampaikan dalam S1 Teknik PWK mengenai economic behaviour, ya sesuatu yang saya amat suka juga. Bagaimana manusia percaya dengan takdir bahwa dialah satu-satunya pengguna alam, padahal itu salah besar!

3. Teori Ekonomi Pembangunan bersama Prof.Prasetyo dari FEB

Membahas tugas Angkatan 40 MPKD mengenai lokasi industri :D. Kurva-kurva berkeliaran di kepala, ok, sangat menarik!Tidak ada teori klasik yang dibahas, namun secara tidak langsung merunut pada pemikiran klasik penghitungan profit industri jika dekat dengan SDA/tempat produksi 😀

Terus hari-hari berjalan, sekarang tanggal 17 Oktober saya menyerahkan tulisan kecil mengenai secuil pemikiran mengenai Teori Perencanaan. Banyak artikel saya pilih karena saling terkoneksi, hingga teman sekelas bertanya mengapa saya memilih banyak padahal dosen hanya meminta 2 artikel saja wkkkkk. Ya, inilah saya, sangat ‘rajus’ halaman artikel. Saya memang sangat suka eksplorasi. Itu seperti sudah jalan hidup hahaha…

Tulisan tentang Teori Perencanaan itu sebagai berikut:

Emmy Yuniarti Rusadi

08/269141/TK/34290

Perencanaan Tata Ruang Menurut Saya

Secara sederhana, perencanaan tata ruang merupakan arahan bagi pengguna ruang dalam berperilaku. Namun karena perilaku itu dipengaruhi oleh banyak aspek, sehingga perencanaan ruang juga harus mengatasi masalah perilaku keruangan dari berbagai sudut pandang juga seperti sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Sebagaimana Segitiga Hubungan Man-Activity-Space yang menitik beratkan pada sisi holistisitas (keseluruhan) bahwa manusia tidak hidup sendiri.

Kini, gerakan perencanaan tata ruang bukan lagi mengedepankan pembangunan fisik, karena mulai disadari banyak ketimpangan. Benar apa yang dikatakan salah seorang pemimpin Amerika Serikat, “Dahulu, ruang membentuk perilaku manusia, namun kemudian manusia membentuk ruang” , jika dimaknai secara lebih luas, itu berarti bahwa ada era dimana fisik diutamakan baru kemudian manusia menyesuaikan perilakunya berdasarkan ruang yang sudah didesain/ dibentuk itu. Namun kini, manusia ternyata jauh lebih ekspansif, lahan-lahan dikuasai tanpa hak milik, digunakan tanpa hak persetujuan, sehingga perencana ruang dalam hal ini diutamakan perencana kota harus menyesuaikan apa yang dibutuhkan setelah lahan diekspansi, bukan lagi lahan yang masih marjinal atau kosong dari nol.

Beberapa hal yang perencanaan tata ruang akan hadapi antara lain masalah:

  1. Physical Engineering vs Social Engineering
  2. Keteledoran perjanjian-perjanjian internasional yang berdampak pada kebijkan nasional dalam hal okupansi pemerintah terhadap lahan dan sumberdaya (SDM dan SDA)
  3. Perjuangan tata ruang bersanding dengan tatanan ekonomi dengan kompetisi lokasi yang sangat menentukan. Prediksi yang sangat masuk akal jika lahan terbatas akan semakin memiliki beban tambahan karena KDB meningkat, populasi meningkat, keuangan dalam kondisi darurat, sementara penyediaan kebutuhan primer terus berkurang : pangan, air
  4. Moralitas perencana kota, perencana tata ruang. Letak keberhasilan kebijkana ada pada pemimpin. Ke depan, perencana tata ruang sangat dielu-elukan untuk hadir sebagai pembaharu, bukan politikus saja.

Percaya atau tidak, poin-poin yangsaya tulis banyak disampaikan pada kuliah pagi tadi!What a miracle! Saya selalu penasaran sebenarnya, apa yang menggerakkan saya demikian ya, sejak dulu SD selalu saja seolah dapat ‘menebak’ hahaha. Anugerah Allah 😀

Saya akan ceritakan juga beberapa pada tulisan ke depan. Semoga mudah bagi pikiran dan tangan ini bergerak, berbagi, mari belajar bersama!


 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s