Fasttrack #1

Alhamdulillah, terimakasih DIKTI Kementerian Pendidikan Nasional yang telah memberikan kesempatan ini, mengikuti Beasiswa Fasttrack. Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa di setahun terakhirnya menempuh tahun pertama jenjang magister/master/S2 di perguruan tinggi kerjasama atau yang ditunjuk/disetujui. Saya mengambil S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (T.PWK) di Universitas Gadjah Mada. Sekarang menempuh Program Fasttrack MPKD (Magister Perencanaan Kota dan Daerah). Sistem administrasi awal tidak terlalu rumit, tetapimemang perlu menjadi perjuangan ketika pengumuman program ini cukup mendadak di jurusan saya, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan. Beberapa jurusan di Fakultas Teknik UGM juga baru kali ini mengadakannya, misalnya Teknik Nuklir UGM. Tidak apa-apa, semua itu membutuhkan proses yang tidak instan.

Beberapa jurusan boleh jadi sudah memulianya terlebih dahulu tanggal 20 September 2011. Jurusan saya baru dapat memulai tanggal 28 September 2011 karena persiapan di tingkat magister yang memerlukan kesamaan persepsi dosen/pengajar S2 dengan jadwal S1 yang memiliki kekhasan dalam hal studio perencanaan. Jadi, memang di S1 terdapat jenjang-jenjang studio perencanaan yang urut, tidak dapat ditinggalkan tiap semesternya. Itu mengapa belum ada sistem pertukaran pelajar bagi mahasiswa S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UGM mengingat beban studi yang harus fokus dan menyita banyak waktu fokus, misalnya survei lapangan/kawasan bahkan skala regional yang mengharuskan tim tinggal di daerah amatan selama 4 hari lebih, dapat seminggu juga.

Bersyukur itu sangat baik. Program ini menyeratkan pesertanya ber-IPK diatas 3,25 atau 3,5. Aturan di jurusan saya 3,50 ke atas. Bukan segalanya dapat diukur dari standar itu, namun demikian, itu menjadi salah satu tolak ukur akademik. Pada bagian lain dari blog saya, akan saya ceritakan seputar Indeks Prestasi Kumulatif/Indeks Prestasi ya…

Kuliah jenjang magister saat awal kuliah S2 adalah dengan kelas MPKD Angkatan 40 yang tentunya terdiri dari beberapa latar belakang profesi, kebanyakan dari kalangan institusional daerah seperti dari Wakatobi, Papua, Kalimantan, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Sangat berbeda dengan kondisi anak muda jenjang S1 yang terkesan sibuk sendiri, dalam kelas MPKD justru sebaliknya. Namun demikian memang karena beban studi yang sekali lagi berbeda. Kelas berisi beberapa orang saja, tidak dalam kelas besar seperti halnya program S1.

Beberapa posting ke depan akan saya tuliskan kuliah-kuliah yang dilalui di awal masa program fasttrack ini. Keep reading,okay…

Emmy Yuniarti Rusadi on fasttrack periods

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s