Go Outside!

15 Juni, 2011
Go Outside!

Bosan juga ya memakai Bahasa Inggris. Bukan apa-apa, kita tetap harus mempelajarinya karena bagaimanapun banyak ilmu yang perlu diserap dari semua hal berbahasa Inggris. Sekarang kita senamkan lidah dan pikiran kita ber-Bahasa Indonesia 
Apa yang saya tulis pada bagian ini adalah soal bagaimana kita memandang masalah. Bagaimna kita harus percaya diri bahwa kita adalah unik!. Pandangan-pandangn homogen mengenai individu sudah ketinggalan jaman, dan jangan lagi-lagi dipakai . Manusia walau dikenal dengan bangsa paling adaptif di dunia, tetapi jika sudah dihadapkan pada masalah adaptasinya bisa berubah-ubah. Otak manusia adalah modal paling tidak bernilai yang harusnya didampingi dengan kondisi hati dan pikiran yang jernih.
Saya mendapati sebuah buku yang sangat inspiratif, bolehlah saya bagi apa yang penulis masakakan untuk pembacanya itu . Buku edisi kedua dari ‘Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya’ karya Ajahn Brahm. Seorang Inggris yang lama bergelut dengan spirit.
Seperti dapat teman diskusi, hal-hal yang Ajahn Brahm tuliskan membuka pintu-pintu ide. Ya, apa yang saya rasakan bahwa kita haruslah yang paling tahu apa yang kita jalani, bukan orang lain seperti mendapat anggukkan. Benar adanya bahwa orang lain mengikuti juga aktifitas dan bahkan memperhatikan detail hidup kita, namun sesungguhnya detail itu ada dalam kita sendiri. Sisi general/umum yang bisa membuat apa yang kita lakukan seperti salah harus selalu ditilik kembali. Apa yang tidak umum belum pasti salah, namun tuntunan agama beda hal dalam hal ini. Agama adalah tiang yang memang sudah tegak, jangan lagi digoyang-goyang karena pemahaman tentang Tuhan adalag\h sesuatu yang tidak akan dapat terjangkau dengan daya nalar kita. Dia sudah memberikan hal terbaik dan aturan-aturan paling bijak untuk kita bertahan hidup dan merenda kehidupan paling akhir .
Kembali, mengenai hal-hal umum salah kaprah untuk dipahami adalah bahwa apa yang kita terima adalah itu yang seharusnya. Perbah sakit? Dan pergi ke dokter? Nah, seringkali kita mengeluh dan berkata bahwa tubuh kita sedang dalam kondisi tidak baik. Rasa-rasanya sakit adalah sesuatu yang aneh terjadi, padahal bukankah sudah kodrat kita bahwa sakit bisa menerpa. Adalah alam yang seimbang ketika sakit datang karena kita juga yang boleh jadi tidak mencegah diri . Jarang dari kita yang mengatakan bahwa ‘Dok, ada yang beres dengan saya’. Beres karena sakit sejatinya adalah inspirasi bahwa kita masih dapat merasakan sesuatu. Ada kesenjangan antara dapat merasakan sakit dengan mengeluhkan sakit . Jadi setelah ini, temuilah dokter Anda, dan segarkan pikiran dengan mengatakan bahwa sebenarnya tubuh Anda beres!Rasakan bedanya 
(oleh Emmy Yuniarti Rusadi)

Advertisements
Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s