Berhentilah Bergerak!!!

Berhentilah Bergerak!!!

Oleh:
Emmy Yuniarti Rusadi

Ini adalah kisah sebuah negeri. Bukan tentang hak asasi, bukan juga teknologi, tetapi tentang nurani. Tentang rusaknya teladan-teladan negeri. Tentang muramnya kondisi air dan keringnya moral. Tentang utang luar negeri. Tentang perjuangan gaji yang tak henti-henti, juga pemancungan. Pemancungan hak untuk hidup layak. Pemancungan hak untuk mempertanyakan kebenaran dan mendapatkannya. Pemancungan dengan banyak alibi. Alibi dana untuk naik haji. Alibi dana untuk agenda olahraga negeri. Alibi lain yang tersembunyi tidak pernah lagi terkupas media internet atau televisi. Semua itu hanya ada disini, di negeri ini. Indonesia.
Setelah bangsa ini didera banyak cobaan mulai dari Pancasila yang dimanipulasi pada dekade Orde Baru hingga masa Demokrasi yang penuh simpang siur kasus korupsi. Banyak gerakan pemuda bermunculan. Penggagasnya tidak hanya pemuda Indonesia yang mau terjun di bidang politik, tetapi lingkungan. Pembenahan perilaku publik. Memasyarakatkan ide-ide pada publik.
Bosan? Ya. Bagaimana kalau paragraf ini kita isi dengan kisah lingkungan hidup. Benarkah Indonesia hijau? Benarkah negara ini masih kaya SDA? Air? Tanah? Kita harus menelan ludah banyak-banyak. Kita haus sekarang. Haus keadilan dan kendali egositas. Setiap orang mulai berlomba memanfaatkan situasi untuk menggemukkan kantong sendiri. Atau bukan itu, tapi mengenyangkan pihak lain di luar negeri ini. Kita ekspor hal terbaik ke luar hingga kita bingung membedakan kualitas makanan terbaik bagi domestik. Apa yang pemuda-pemuda ini lakukan? NATO? No Action Talk Only? Hehe..
Banyak pemuda yang terlibat kok dalam banyak forum perumusan masalah dengan tema-tema kepemimpinan, tetapi pemuda lain yang tahu diam tak merespon. Mereka bilang bahwa ikut ajang itu hanya menang obrolan dan prestasi kosong. Hei, ya, mereka benar!tepat sekali!
Sampai disini, adakah yang belum percaya bahwa pemuda sekarang dapat dimanfaatkan untuk banyak kepentingan dan pencitraan? Berhati-hatilah…
Sayangnya, artikel ini tidak akan membela mana yang benar dan salah. Ini adalah persoalan nurani. Ketika pemuda berani mengambil aksi dengan banyak variasi kegiatan, misal turut dalam konferensi, pergerakan, dan organisasi, tingkat keberhasilan terletak pada pelaku itu sendiri, bukan forumnya. Benar adanya bahwa (boleh jadi) suatu pertemuan atau organisasi itu menggaet pemuda-pemuda aktif berbakat, namun minim tindak lanjut (follow up).Tetapi semakin kita bilang bahwa mereka tidak berbuat apa-apa, itu adalah salah besar. Mengapa?karena pengamat saja itu belum tentu merasakan apa yang dia amati. Jadi, masih memutuskan untuk diam saja? Ya, saran terbaik adalh berhentilah bergerak!!!Tetapi jika nurani masih terus berteriak tentang ketidaadilan yang smestinya tidak terjadi, saya sangat setuju dan yakin bahwa judul artikel ini mustinya saya coret, tertulis manis dalam tinta perjuangan teman-teman mahasiswa dengan kata: AYO BERGERAK!!!JANGAN BERHENTI!!!PEMUDA ADALAH RODA GENERASI!!!PENYAMBUNG NURANI RAKYAT DAN NEGERI!!!KEMANAPUN KAKI BERLARI!!
Pemuda adalah roda generasi yang harus berputar mengawal sejarah dan masa depan!
(sebuah petikan dari nurani)

Advertisements
Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s