P.A.G.A.R B.I.R.U

Pagar kok biru?

Ini adalah salah satu judul puisi masa TK yang aku buat menjelang acara perpisahan KKN sebuah universitas di tahun 1998 (semoga tak keliru).  Ada masalah dengan puisi itu? hmm, g juga… Yang jadi pertanyaan adalah kenapa judulnya udah menampakkan tanda-tanda pikiran kedewasaan?maksudnya?

He2, kata temen diskusiku, judul itu udah kayak puisi buatan orang gedhe!seolah tahu sisi seni.Oh ya?

Kayak apa puisinya, a g bisa sajikan detail, itu dah jadi kenangan lama. Sebenarnya itu puisi juga g aku bacain di muka umum, tetapi wujud ekspresi seorang gadis imut aja, hghghg. Kenapa harus biru? soalnya yang aku liat waktu aku buat puisi adalah warna cat sebuah universitas di papan-papan penanda desa ya warna biru. Kenapa papan tanda desa? Hmm, padahal kan masih banyak hal lain produk KKN yang bisa dijadikan inspirasi toh? Jawabannya simpel, yang aku liat waktu itu produk KKN ya itu! mungkin yang lain yang dimaksud adalah tugu desa?ya, ada. Selain itu? hmm, standar, pernak-pernik yang dari semen nongol di pinggir parit tepi jalan. Hanya itu? g juga. Itu tidak dapat disebut ‘hanya’, gitu sih kata mas dan mbak KKN.

Ironis juga lo KKN dari tahun ke tahun bakal sama. Produksinya masih sebatas tanda=tanda desa yang dikerjakan selama yang dimau, itung-itung masuk draft proposal kegiatan. Aku g tahu banyak deh soal ini, yang lebih tahu kan mereka-mereka yang KKN. Mereka yang punya idealisme kuat untuk masyarakat. Membantu masyarakat desa supaya lebih berdaya, lebih mampu memiliki semangat juang dalam hidup lah minimalnya. Waktu itu kan aku cuma anak TK, g ada argumen, bagaimana kalau aku pinjem lemarinya Doraemon, trus kita sama-sama tanya, “Kenapa produknya cuma warna biru mas/mbak?penanda-penanda desa gitu?”. Dengan mesin waktu itu kan ceritanya kita udah gedhe, dah kuliah, trus argumen kayak gini ni: ” Bukannya KKN tw harusnya buatin jembatan buat warga yang kesulitan nyebrang ke desa sebelah?”. Eh mbak/masnya bilang:”Ilmu kami tuh mahal. Butuh waktu lama juga buat bikin tuh jembatan. Ada yang lebih cepet dibuat kok, itung-itung mengakrabkan diri denga masyarakat juga…” Tanya lagi ni kita: “Buat apaan dong?”  Dijawab : “Pagar biru!pagar batas desa. Dah aplikatif kan????”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s